Apakah Ada Perbedaan Sakit Darah Rendah Atau Anemia?

Tekanan darah rendah adalah sebuah ukuran dari jantung untuk memompakan darah dan bersirkulasi ke seluruh tubuh. Sirkulasi darah ini akan menekan dinding-dinding pembuluh darah. Tekanan darah akan memompa darah ke arteri-arteri tubuh dan dikembalikan lagi ke jantung melalui pembuluh vena.

Perbedaan tekanan inilah yang akan menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi), tekanan darah normal, atau tekanan darah rendah (hipotensis). Kurang darah adalah istilah awam untuk menyebutkan keadaan anemia yaitu kadar hemoglobin (hb) darah yang rendah atau kurang dari normal.

Sedangkan darah rendah adalah kekuatan pompa jantung yang dibandingkan dengan tahanan yang ada di perifir atau pembuluh darah tepi.

Secara sederhana mungkin bisa dibedakan kalau tekanan darah rendah yaitu tekanan darah dalam pembuluh darah yang berkurang sedangkan darah rendah yaitu zat dalam darah itu sendiri berkurang atau alau darah rendah itu tekanan darahnya yang rendah atau lemah, ini diukurnya dengan menggunakan tensi meter. Sedangkan anemia adalah butir darah merahnya yang berkurang, ini diukurnya pakai Hb meter

Hemoglobin tersebut terdapat pada sel darah merah (eritrosit) yang berfungsi untuk membawa oksigen keseluruh organ tubuh. Oleh karena itu apabila seseorang kurang darah (anemia) maka akan mengeluh lemah (fatique) karena oksigen yang ke jaringan dan organ tubuh berkurang. Kaum wanita sangat rentan mengalami anemia atau kekurangan zat besi.

Karena gejala anemia dan tekanan darah rendah mirip, yaitu rasa lelah dan pusing, banyak orang mengira anemia dan tekanan darah rendah adalah kondisi yang sama.

Ciri Anemia Dan Tekanan Darah Rendah

Seseorang disebut mengalami anemia apabila kadar hemoglobinnya (sel darah merah) rendah. Pada wanita nilai normal hemoglobin 12-16 gr/dl, pria 13,5-18 gr/dl. Secara klinis biasanya pasien terlihat pucat dan lemas.

Sementara ciri tekanan darah rendah, berbeda. Jika tekanan darah seseorang 90/60 mmHg atau kurang, sudah bisa disebut mengalami hipotensi. Kejadian hipotensi lebih banyak dialami para wanita dari pada pria karena berhubungan dengan perdarahan (menstruasi/melahirkan) atau kehamilan yang juga bisa menyebabkan terjadinya hipotensi.

Penyebab Anemia Dan Tekanan Darah Rendah

Penyebab anemia bermacam-macam, bisa karena produksi yang rendah, karena perdarahan, kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, anemia karena penghancuran berlebih atau anemia karena penyakit kronis misal kanker.

Wanita hamil dan menyusui adalah kelompok pertama yang berisiko anemia. Peningkatan volume darah membutuhkan lebih banyak zat besi untuk diberikan ke bayi atau janin, demi pertumbuhan organ tubuhnya.

Sementara pada seseorang yang mengalami hipotensi alias darah rendah. Hipotensi yaitu suatu keadaan di mana tekanan darah berada di bawah 90 mmHg/60 mmHg. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala pusing, sempoyongan, terutama saat tiba-tiba melakukan perubahan posisi tubuh (misalnya saat tiba-tiba berdiri dari posisi tidur).

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan tekanan darah rendah adalah kehilangan cairan atau darah misalnya muntah-muntah hebat, mecret atau diare, perdarahan baik melalui saluran cerna atas maupun saluran bawah yang terjadi tiba-tiba, perdarahan melalui vagina, infeksi berat atau gangguan pada jantung.

Pengobatan Anemia Dan Darah Rendah

Karena kondisi anemia dan hipotensi ini sering tumpang tindih atau sekilas mirip, kadang kala seseorang dengan kondisi hipotensi pun mengonsumsi zat besi. Padahal, hal itu tidak tepat. Pasien anemia dan hipotensi sama-sama merasakan lemas, kepala pusing, dan seperti melayang. Kadang kala penyebabnya bisa sama. Pasien dengan anemia karena perdarahan bisa juga mengalami tekanan darah rendah.

Tapi, tambahnya, beberapa kali ia mendapatkan pasien yang sebenarnya kadar hemoglobin normal tetapi mempunyai tekanan darah rendah. Nah bila pasien itu mengosumsi zat besi, sebenarnya tidak tepat.

Sembarangan mengonsumsi suplemen zat besi harus dihindari karena kadar zat besi yang tinggi dalam darah bisa menimbulkan masalah kesehatan. Maka sebelum membeli obat, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk mendapati penganganan yang tepat.

Ada obat-obatan yang menyebabkan terjadinya penurunan tekanan darah antara lain obat anti darah tinggi, obat penenang atau obat diuresis (untuk merangsang buang air kecil).

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *