Dalam istilah medis, penyakit usus buntu dikenal dengan nama apendiks yaitu peristiwa terjadinya perpanjangan pada usus besar yang terlihat seperti kantong sempit berbentuk tabung. Beberapa ahli belum mengetahui secara jelas apa fungsi dari usus buntu. Namun ada satu pernyataan bahwa tanpa usus buntu, manusia bisa hidup secara normal.
Apabila kondisi penyakit ini sudah pada tingkat yang parah, maka harus segera dilakukan tindakan pembedahan sebelum penderita mengalami kebocoran (perforasi) yang berujung pada kematian.
Gejala Penyakit Usus Buntu
Gejala utama radang usus buntu yaitu nyeri perut yang diawali pada area perut tengah atas dekat pusar. Nyeri ini biasanya berpindah ke perut kanan bawah. Nyeri ini diperburuk dengan pergerakan batuk dan mengejan.
Gejala lain dapat berupa:
- Mual dan muntah
- Kehilangan napsu makan
- Konstipasi atau diare
- Tidak dapat kentut
- Perut membesar
- Demam ringan.
Terlalu lama menunda terapi medis dapat menyebabkan usus buntu pecah dan menyebabkan infeksi berat yang membahayakan nyawa.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Kapan harus periksa ke dokter?
Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
- Jika Anda mengalami gejala radang usus buntu
- Nyeri perut kanan bawah yang tidak membaik
- Diare atau BAB berdarah
- Perut membesar dan demam.
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.
Penyebab Penyakit Usus Buntu
Berikut ini penyebab penyakit usus buntu yang harus diwaspadai, yaitu:
- Terjadinya penyumbatan. Sisa makanan atau kotoran yang telah mengeras dapat terjebak dalam rongga perut yang bisa mengisi usus buntu tersebut
- Terjadinya infeksi. Penyakit ini dapat juga terjadi karena infeksi, sebagai contoh infeksi virus gastrointestinal. Bisa juga oleh infeksi pembengkakan lainnya.
Penyakit usus buntu juga bisa terjadi karena diakibatkan oleh pola makan yang buruk, sering menunda lapar terlalu lama, susah buang air besar, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung rasa pedas, asam, dan asin yang terlalu tinggi.
Biji dari buahan hingga biji cabe disebutkan dapat menjadi penyebab usus buntu. Seperti halnya biji cabe yang jika tidak bisa digiling halus dan biji tersebut masuk dalam usus buntu kita, kejadian ini juga menyebabkan penyakit usus buntu. Tidak hanya biji cabe, contoh lainnya biji dari buah jambu biji.
Komplikasi Penyakit Usus Buntu
Penyebab usus buntu yang tidak segera melakukan pengobatan memiliki resiko pecah. Justru malah semakin parah, karena infeksi yang awalnya hanya pada bagian usus buntu, jadi menyebar ke seluruh perut anda. Bahkan berujung pada komplikasi penyakit lain:
- Abses
Penyakit yang menyebabkan munculnya kantong nanah. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha menyembuhkan penyakit usus buntu yang sudah pecah tersebut.
Solusi penyembuhanya dengan sedot nanah atau menggunakan antibiotic. Jika ternyata anda melakukan operasi, lalu dokter menemukan adanya abses di perut anda, maka segera dibersihkan. Lalu diobati dengan pemberian antibiotik.
- Peritonitis
Adanya infeksi pada selaput yang melindungi perut bagian dalam (peritoneum). Hal ini disebabkan oleh bakteri. Gejalanya yang timbul yakni dengan muntah-muntah serta sakit perut yang tek tertahankan dan terjadi berulang-ulang.
Detak jantung meningkat, suhu tubuh naik (demam), membengkak pada bagian perut, serta terlihat terengah-engah. Satu-satunya solusi untuk ini adalah dengan operasi bedah sayatan terbuka. Lalu pada bagian yang mengalami infeksi dibersihkan serta diberi antibiotik.


