Batu Empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis.
Terdapat tiga tipe utama batu empedu antara lain batu kolesterol, pigmen hitam dan pigmen coklat. Di negara barat lebih banyak ditemukan batu kolesterol.
Walaupun batu ini predominan terdiri atas kolesterol (51-99%), diantara semua tipe, memiliki komponen kompleks dan mengandung proporsi yang bervariasi dari kalsium karbonat, fosfat, bilirubinate, dan palmitat, fospolifid, glikoprotein dan mukopolisakarida.
Batu pigmen hitam terdiri atas 70% kalsium bilirubinat dan lebih banyak terjadi pada pasien dengan anemia hemolitik dan sirosis. Batu pigmen coklat jarang terjadi, dibentuk dalam saluran empedu intrahepatik dan ekstrahepatik sama halnya yang terjadi pada kandung empedu. Batu pigmen coklat dibentuk dari stasis dan infeksi dalam sistem empedu oleh bakteri E.
Resiko Penyakit Batu Empedu
Perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena batu empedu karena kadar estrogen yang berlebihan akan menyebabkan kadar kolesterol yang lebih tinggi pada empedu.
Riwayat keluarga juga mempengaruhi seseorang terserang ciri ciri penyakit batu empedu diantaranya obesitas, dan kondisi kesehatan tertentu bisa dikaitkan dengan batu empedu. Diet tinggi lemak dan diet rendah serat juga turut menjadi faktor terjadinya batu empedu.
Dalam pencegahannya anda bisa lakukan gaya hidup sehat, pola makan sehat, dengan gizi seimbang, pencegahan sejak dini menghindari keluarga, anak dan diri pribadi anda sangat diperlukan dalam memaksimalkan daya tahan tubuh dan kesehatan tubuh untuk tetap melakukan aktifitas tanpa terganggu oleh berbagai penyakit yang ada.
Cara sederhana yang dapat anda lakukan untuk pencegahan batu empedu adalah dengan memahami berbagai tanda gejala ciri ciri penyakit batu empedu yang paling umum terjadi, tetapi memang penyakit ini memiliki gejala yang hampir sama dengan maag. peradangan usus buntu, dan jatung.
Cara Diagnosis dan Pemeriksaan Batu Empedu
Berikut adalah beberapa cara untuk mendiagnosis batu empedu
- Pemeriksaan fisik untuk melihat warna kulit dan bagian putih mata. Jika ada penampakan warna kuning yang berlebihan maka bisa disebabkan karena kadar bilirubin yang berlebihan.
- Pemeriksaan USG untuk melihat gambar pada bagian perut terutama untuk melihat dengan jelas kondisi kantung empedu dan kemungkinan batu empedu.
- Pemeriksaan dengan CT Scan yaitu pengambilan gambar pada bagian perut untuk melihat lebih jelas kondisi kantung empedu.
- Pemeriksaan dengan tes darah untuk mengetahui tingkat kadar bilirubin dalam darah. Selain itu tes darah juga penting untuk melihat fungsi dan kondisi hati.
Makanan Yang Dilarang Penyakit Batu Empedu
Makanan dengan kandungan lemak yang tinggi sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh dan dapat mengakibatkan penyakit berbahaya salah satunya batu empedu. Untuk itu penderita penyakit batu empedu wajib menghindari makanan yang satu ini.
Namun, jika tetap ingin mengonsumsi daging-dagingan, pilihlah ikan atau daging ayam dan kalkun tanpa kulit dan lemaknya. Yang pasti, makanan dengan kadar kolesterol yang rendah dan iringi dengan konsumsi sayuran dan buah-buahan.
Mengubah Pola Makan untuk Membantu Mengatasi Gejala Batu Empedu
Sebenarnya tidak ada diet khusus dalam mengobati penyakit batu empedu. Namun, mengkonsumsi makanan dengan gizi dan nutrisi yang tepat serta mengurangi asupan lemak dapat mengurangi gejala penyakit batu empedu. Jika Anda mengalami obesitas, maka menurunkan berat badan akan sangat bermanfaat.
Sangat penting untuk dilakukan secara bertahap, karena penurunan berat badan secara drastis dapat mengembangkan batu empedu. Normalnya penuruanan berat badan yang aman sekitar 0,5 hingga 1 kg dalam seminggu.
Pola makan bagi penderita batu empedu, yang sehat dan seimbang terdiri dari:
- Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran
- Untuk memenuhi asupan karbohidrat dapat mengkonsumsi nasi, kentang, pisang dan gandum
- Jika ingin mengkonsumsi susu, pilih yang rendah lemak
- Asupan protein dari telur ayam tanpa kulit, ikan, dan daging tanpa lemak
- Perbanyak konsumsi makanan dengan serat yang tinggi, seperti buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan dan sayur-sayuran
- Perbanyak minum air putih, minimal dua liter perhari.



