Pantangan Penyakit Diare Yang Harus Dijauhi!

Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari, namun pada sebagian kasus memanjang hingga berminggu-minggu.

Diare adalah salah satu penyakit yang penyebabnya bervariasi. Spesial untuk pembaca, tulisan ini mencoba memberikan informasi penyebab diare berdasarkan variasinya. Karena diare ada hubungannya dengan masalah pencernaan, maka salah satu penyebab diare karena konsumsi makanan yang tidak sesuai dengan tubuh.

Seperti makanan yang mengandung kuman penyakit, makanan basi, bahan-bahan makanan yang bisa memicu diare misalnya makanan pedas, dan keracunan makanan karena bakteri atau kebersihan makanan yang dikonsumsi, pun dengan minuman dengan kriteria seperti makanan yang telah disebutkan dapat menyebabkan diare.

Selain itu, jenis makanan dan minuman lain yang dapat menyebabkan diare seperti alkohol, penyalahgunaan narkoba, dan penyalahgunaan obat pencahar. Variasi lain penyebab diare adalah hygiene perorangan, kurangnya persediaan air bersih, alergi, efek samping dari obat-obatan, kanker, penyakit usus, diabetes, dan akibat dari operasi.

Gejala Penyakit Diare

Sangat mudah untuk mengenali gejala diare karena penyakit ini umum diderita oleh masyarakat. Gejala diare yang paling umum adalah tinja cair dengan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari.

Kadang-kadang disertai muntah 1-2 kali sehari, malas makan, letih, lesuh, lemah, badan kadang-kadang panas. Dalam keadaan akut, gejala diare biasanya mata cekung, kaki dan tangan terasa kejang dan sakit, dan kekurangan cairan.

Berdasarkan sejumlah penelitian dan pengalaman empiris, makanan- yang sebaiknya dihindari antara lain:

  1. Sorbitol dan pemanis buatan lainnya

Pada beberapa orang, pemanis buatan seperti sorbitol, manitol dan xylitol dan dapat memiliki efek laksatif bagi pencernaannya, yaitu menyebabkan sensasi ingin buang air besar. Jika anda sedang mengalami diare, sebaiknya anda menghindari makanan yang mengandung pemanis buatan seperti permen rendah gula dan minuman ringan khusus diet.

  1. Makanan yang menyebabkan produksi gas berlebih

Konsumsi buah dan sayuran sebaiknya dikurangi selama diare, terutama yang dapat meningkatkan gas dalam saluran pencernaan contohnya kol, brokoli, kembang kol, dan kacang-kacangan.

  1. Makanan yang mungkin tercemar

Hindari makanan yang mungkin sudah tidak dalam keadaan baik, karena mungkin akan memperparah diare yang sedang terjadi. Diantaranya adalah makanan yang telah dikeluarkan dari kulkas terlalu lama, daging ayam dan ikan yang belum matang sempurna, serta makanan yang tidak ditutup dengan baik.

  1. Makanan berlemak

Makanan berlemak yang dimaksud baik berupa daging-dagingan bergajih, juga termasuk goreng-gorengan serta makanan yang berminyak lainnya.

Saluran pencernaan memerlukan usaha yang lebih besar untuk mencerna makanan berlemak, yaitu perlu di emulsikan dulu dengan cairan empedu. Nah, selama diare sebaiknya kita membiarkan usus kita beristirahat sebentar, salah satunya dengan melupakan makanan-makanan nikmat ini.

  1. Susu, butter, eskrim, dan keju

Selama diare Anda sebaiknya menahan diri dari jenis makanan ini. Jonjot penyerapan pada usus anda mungkin mengalami pemendekan dan regenerasi saat diare menyerang. Hal tersebut akan mengahambat penyerapan laktosa, bahan yang terkandung dalam susu dan produk turunannya. Yogurt yang kaya akan kandungan probiotik mungkin menjadi pengecualian dalam aturan ini.

  1. Minuman mengandung alkohol dan kafein

Alkohol dan kafein bersifat diuretik, yaitu menyebabkan tubuh mengeluarkan cairan lewat berkemih. Hal ini dapat memperparah ancaman dehidrasi yang mengintai. Selain itu, kafein juga memiliki efek mempercepat gerakan usus, suatu kondisi yang sebaiknya justru dihindari selama diare.

  1. Makanan berserat tinggi

Serat sangat baik bagi tubuh dan harus selalu ada dalam menu makanan Anda. Namun, Dr. Kussin menyarankan sebaiknya Anda membatasi makanan berserat tinggi seperti sayuran dan gandum utuh, karena akan sulit dicerna saat Anda sedang diare.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *