Penatalaksanaan Tentang Penyakit Insomnia!

Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun. Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis.

Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur, gangguan atau kesulitan untuk tidur nyenyak.

Biasanya insomnia banyak dialami oleh para usia lanjut dan diikuti dengan gejala sakit kepala, kelelahan, gelisah dan bahkan depresi.

Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.

Klasifikasi Insomnia

Klasifikasi dari penyakit insomnia adalah:

  1. Insomnia Primer

Insomnia primer ini mempunyai faktor penyebab yang jelas. insomnia atau susah tidur ini dapat mempengaruhi sekitar 3 dari 10 orang yang menderita insomnia. Pola tidur,kebiasaan sebelum tidur dan lingkungan tempat tidur seringkali menjadi penyebab dari jenis insomnia primer ini

  1. Insomnia Sekunder

Insomnia sekunder biasanya terjadi akibat efek dari hal lain, misalnya kondisi medis.Masalah psikologi seperti perasaan bersedih, depresi dan dementia dapat menyebabkanterjadinya insomnia sekunder ini pada 5 dari 10 orang.

Selain itu masalah fisik seperti penyakit arthritis, diabetes dan rasa nyeri juga dapat menyebabkan terjadinya insomniasekunder ini dan biasanya mempengaruhi 1 dari 10 orang yang menderita insomnia ataususah tidur.

Insomnia sekunder juga dapat disebabkan oleh efek samping dari obat-obatanyang diminum untuk suatu penyakit tertentu, penggunaan obat-obatan yang terlarang ataupun penyalahgunaan alkohol. Faktor ini dapat mempengaruhi 1-2 dari 10 orang yang menderita insomnia.

Gejala Penyakit Insomnia

Gejala Insomnia antara lain:

- Munculnya kekhawatiran akan kondisi tidur.

- Sulit mencapai tahap tertidur lelap.

- Terbangun saat tidur.

- Terlalu cepat bangun tidur.

- Merasa resah, depresi dan gusar.

- Sulit konsentrasi saat beraktivitas.

- Sering merasa sakit kepala.

- Sering muncul gangguan pencernaan.

Penatalaksanaan Penyakit Insomnia

Prinsip penanganan gangguan tidur selain menjelaskan, memastikan dan memberikan saran juga mengoptimalkan pola tidur yang sehat, baik dari segi kualitas ataupun waktunya. Terapi insomnia dapat dilakukan dengan menggunakan obat ataupun tanpa obat. Terapi tersebut dapat berupa:

  1. Terapi cahaya

Prinsip terapi ini adalah bahwa cahaya terang dapat mengurangi rasa mengantuk dan kegelapan bisa menyebabkan mengantuk.

  1. Psikoterapi

Keberhasilan mengatasi insomnia, sangat tergantung dari kemampuan pasien untuk santai dan belajar bagaimana cara-cara tidur yang benar. Terapi perilaku bisa menyembuhkan insomnia kronik dan terapi ini efektif untuk segala usia, terutama pada pasien usia tua.

  1. Herbal

Bahan-bahan seperti valerian (untuk relaksasi otot), melatonin (untuk gangguan irama sirkadian seperti jetlag). Melatonin menurunkan fase tidur laten, meningkatkan efisiensi tidur, dan meningkatkan persentasi tidur REM (Rapid Eye Movement), dan chamomile (untuk mengurangi kecemasan) banyak dipakai untuk terapi insomnia.

  1. Farmakoterapi

Tujuan pengobatan dengan obat-obatan hipnotik bukan hanya untuk meningkatkan kualitas dan durasi tidur, tapi juga untuk meningkatkan derajat kewaspadaan pada siang harinya dan untuk menghilangkan hyperarousal state. Sayangnya, banyak dosis obat hipnotik yang dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas tidur pada malam hari juga menyebabkan sedasi pada siang harinya.

Untuk menghindari komplikasi ini, short acting benzodiazepine dapat digunakan. Obat hipnotik long acting bisa mengganggu kualitas psikomotorik yang bisa menyebabkan kecelakaan yang berhubungan dengan kendaraan bermotor Terapi dengan obat-obatan hipnotik sedatif harus dimulai dengan dosis kecil dan untuk maintenancenya menggunakan dosis efektif yang terkecil.

Efek toleransi terjadi pada penggunaan kebanyakan obat hipnotik, karena itu penggunaan obat ini tidak boleh lebih dari 1 bulan. Rebound insomnia bisa terjadi jika penghentian obat dilakukan secara mendadak. Untuk menghindari efek ini, digunakan obat dengan dosis kecil dan tappering off.

Berikut adalah buah-buahan yang baik dikonsumsi oleh penderita penyakit insomnia:

  1. Pisang

Siapa yang tak kenal buah yang satu ini. Karena Negara kita termasuk penghasil pisang yang melimpah, kenapa Anda tidak mengkonsumsinya? Mengkonsumsi Buah ini juga dapat meningkatkan kadar serotonin dan melatonin dalam tubuh.

Selain itu, buah yang lembut dan manis ini juga bisa menjadi relaksan otot alami, yang bisa membantu tubuh Anda merasa lebih santai; dengan demikian akan lebih mudah untuk tertidur.

  1. Ceri

Untuk membantu supaya tidur Anda bisa nyenyak dan nyaman, maka ceri adalah salah satu buah yang bisa membantu Anda. Tak kalah dengan anggur, ceri juga memiliki kandungan melatonin alami; seperti yang sudah kita katakan bahwa zat ini bisa mengatur pola tidur anda. Jika anda ingin tidur lebih nyenyak, maka anda bisa konsumsi segelas jus ceri, ataupun beberapa buah ceri segar sebelum tidur.

  1. Buah Kiwi

Buah kiwi adalah salah satu jenis buah yang mengandung antioksidan tinggi. Karena salah satu pemicu insomnia adalah meningkatnya stres oksidatif, maka mengkonsumsi buah ini mungkin bisa membantu Anda. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa zat antioksidan bermanfaat menurunkan stres oksidatif sekaligus menangkal radikal bebas.

Selain kaya akan zat antioksidan, buah kiwi juga mengandung asam folat yang tinggi. Salah satu kemampuan asam folat adalah membantu tubuh memperlancar aliran darah, sehingga dengan demikian insomnia pun bisa teratasi. Peredaran darah yang tidak lancar adalah salah satu penyebab kesulitan tidur yang jarang disadari oleh kebanyakan orang.

  1. Anggur

Anggur telah dikenal akan kandungan melatonin, yaitu hormon yang bisa membantu mengatur jam biologis tidur manusia. Dengan begitu, para penderita insomnia boleh berharap dengan mengkonsumsi anggur untuk mengatasi masalah tidurnya.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *