Pengertian Dan Gejala Penyakit Hipotensi Pada Lansia!

Hipotensi adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh kemampuan jantung yang sangat rendah sehingga darah tidak mampu mencapai ke organ otak. Jantungnya berdetak cepat, tetapi denyutnya sangatlah lemah sehingga darah tidak akan mampu naik ke otak dalam jumlah yang mencukupi.

Karena otak kita tidak akan mendapatkan darah yang cukup energi, kepala akan terasa pusing dan badan terasa lemah. Penderita golongan hipotensi akan cenderung mengantuk dan rata-rata penderita terlihat berwajah dan berkulit pucat.

Tekanan darah dihasilkan ketika jantung memompa darah ke seluruh arteri darah dalam tubuh. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri. Tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah. Jika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal, biasanya disebut dengan tekanan hipotensi.

Tekanan darah yang normal, ukurannya 120/88 mm Hg, tetapi tekanan darah seseorang tiap waktunya tidak selalu sama, selalu berubah-ubah. Beberapa ahli mengatakan bahwa tekanan darah yang rendah berada pada ukuran sistoliknya 90 (angka pertama) dan distoliknya berukuran 60 (angka kedua).

Perubahan tekanan darah menjadi rendah secara tiba-tiba juga berbahaya karena bisa berdampak pusing yang hebat, akibat otak gagal menerima aliran darah yang cukup.

Gejala Hipotensi

Tidak semua yang mengalami hipotensi akan merasakan gejala. Kondisi hipotensi juga tidak selalu memerlukan perawatan. Namun jika tekanan darah cukup rendah, kemungkinan besar bisa menimbulkan gejala-gejala seperti berikut ini, yaitu:

- Jantung berdebar kencang atau tidak teratur.

- Pingsan.

- Pusing.

- Napas pendek atau cepat.

- Dehidrasi.

- Lemas.

- Mual.

- Kehilangan keseimbangan atau merasa goyah.

- Pandangan buram.

- Pucat dan badan dingin.

Jika mengalami gejala hipotensi, sebaiknya Anda segera duduk atau berbaring, minum air putih, dan menghentikan semua kegiatan yang sedang Anda lakukan. Gejala biasanya akan segera hilang setelah beberapa saat.

Jika Anda sering mengalami gejala hipotensi seperti yang disebutkan di atas, temui dokter untuk mengukur tekanan darah Anda dan memeriksa apakah ada penyakit tertentu yang menyebabkan timbulnya gejala seperti hipotensi.

Makanan Yang Baik Untuk Penderita Hipotensi, antara lain:

  1. Daging yang berwarna merah

Daging sapi yang sangat baik untuk makanan penambah darah karena mengandung protein dan zat besi. Daging sapi yang bagus untuk menambah darah adalah yang tanpa lemak. Bagi anda penderita gejala penyakit tekanan darah rendah, disarankan secara rutin mengkonsumsi daging sapi untuk menambah tekanan darah dalam tubuh.

  1. Kacang-kacangan

Secara umum semua jenis kacang yang memiliki manfaat untuk menambah dan meningkatkan sel darah merah di dalam tubuh. Ada jenis kacang tersebut kacang almond adalah yang paling bagus untuk dikonsumsi guna menambah tekanan darah dalam tubuh. Dibandingkan dengan jenis lainnya kacang almond terbukti memiliki efek paling cepat dalam mengatasi darah rendah.

  1. Roti Gandum dan Sereal

Jenis makan yang berbahan dasar gandum juga memiliki khasiat dan manfaat untuk menambah darah. Makanan yang dibuat dengan bahan dasar gandum sangat baik untuk meningkatkan kadar darah merah dalam tubuh. Oleh karena itu bagi penderita dara rendah sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan berbahan dasar gandum, seperti roti gandum dan sereal.

Tips Untuk Hipotensi

Seiring dengan melakukan pengobatan alami untuk mengatasi gejala penyakit tekanan darah rendah, sebaiknya dnegan melakukan banyak olah raga yang ringan secara teratur untuk membantu meningkatkan aliran darah.

Namun hindari melakukan olah raga berat atau angkat berat, termasuk melakukan aktivitas fisik yang berat. Konsultasi pada dokter jika anda menggunakan obat tertentu. Dan untuk mengetahui obat resep yang anda minum yang menyebabkan masalah hipotensi.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *