Penyakit Asma Secara Umum Yaitu …

Asma adalah penyakit menular utama yang ditandai dengan serangan berulang dari sesak napas dan mengi, yang bervariasi dalam keparahan dan frekuensi dari orang ke orang. Gejala dapat terjadi beberapa kali dalam satu hari atau satu minggu pada individu yang terkena.

Beberapa faktor penyebab timbulnya penyakit asma seperti debu, bulu binatang, serbuk sari, infeksi virus, pencemaran udara, asap rokok, aktivitas atau olahraga yang berlebihan, udara dingin bahkan stress dapat memicu penyakit asma.

Asma sebenarnya merupakan salah satu penyakit kronis. Penyakit yang satu ini akan terus tinggal di dalam tubuh sepanjang hidup anda. Hal ini karena asma tidak bisa disembuhkan. Banyak peneliti telah berusaha menemukan obat untuk penyakit pernapasan yang satu ini, namun obat untuk menghilangkan asma sama sekali dari tubuh anda belum berhasil dibuat.

Survey yang telah dilakukan oleh world trade organization atau who menyebutkan bahwa kurang lebih 250.000 orang meninggal dunia karena penyakit pernapasan yang satu ini setiap tahunnya. Dan banyak diantaranya yang masih merupakan anak-anak.

Prevalensi asma di indonesia berkisar antara 5% dan 9%, atau 5 juta hingga 7 juta orang. Dan sebanyak 2 juta penderita di antaranya memerlukan perawatam sakit, karena serangan asma akut yang berat.

Gejala Penyakit Asma

  • Sulit Bernafas
  • Lelah dan Lesu
  • Menghilangnya Suara
  • Susah Tidur atau Insomnia
  • Sulit Melakukan Banyak Hal
  • Gugup dan Tegang
  • Berkeringat
  • Mual dan Muntah
  • Demam Ringan
  • Gatal pada Tenggorokan.

Penyebab Penyakit Asma

Sampai saat ini penyebab penyakit asma belum diketahui secara pasti meski telah banyak penelitian oleh para ahli. Teori atau hypotesis mengenai penyebab seseorang mengidap asma belum disepakati oleh para ahli didunia kesehatan.

Namun demikian yang dapat disimpulkan adalah bahwa pada penderita asma saluran pernapasannya memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas) seperti polusi udara (asap, debu, zat kimia), serbuk sari, udara dingin, makanan, hewan berbulu, tekanan jiwa, bau/aroma menyengat (misalnya; parfum) dan olahraga.

Selain itu terjadinya serangan asma sebagai akibat dampak penderita mengalami infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) baik flu ataupun sinisitis. Serangan penyakit asma juga bisa dialami oleh beberapa wanita dimasa siklus menstruasi, hal ini sangat jarang sekali.

Angka peningkatan penderita asma dikaitkan dengan adanya faktor resiko yang mendukung seseorang menderita penyakit asma, misalnya faktor keturunan. Jika seorang ibu atau ayah menderita penyakit asma, maka kemungkinan besar adanya penderita asma dalam anggota keluarga tersebut.

Diagnosa Penyakit Asma

Dokter Anda akan mendiagnosis asma berdasarkan:

  1. Riwayat medis dan keluarga

Dokter anda mungkin bertanya tentang riwayat keluarga anda terhadap asma dan alergi. Dia juga mungkin bertanya apakah anda memiliki gejala asma dan kapan dan seberapa sering mereka terjadi.

Biarkan dokter anda tahu apakah gejala anda tampaknya terjadi hanya selama waktu tertentu atau di tempat-tempat tertentu saja, atau jika gejala memburuk di malam hari. Dokter anda mungkin juga bertanya tentang kondisi kesehatan terkait yang dapat mengganggu perawatan asma.

  1. Pemeriksaan fisik

Dokter akan mendengarkan pernapasan anda dan mencari tanda-tanda asma atau alergi.

  1. Tes fungsi paru

Dokter anda akan menggunakan tes yang disebut spirometri untuk memeriksa bagaimana paru-paru anda bekerja. Tes ini mengukur berapa banyak udara yang dapat anda hirup dan embuskan. Tes ini juga mengukur seberapa cepat anda dapat meniup udara keluar.

Tes lain mungkin termasuk:

  • Tes alergi untuk mengetahui alergen yang mempengaruhi anda, jika ada
  • Tes untuk mengukur seberapa sensitif saluran pernapasan anda. Ini disebut tes bronkus. Menggunakan spirometri, tes ini berulang kali mengukur fungsi paru-paru anda selama aktivitas fisik atau setelah anda menerima peningkatan dosis udara dingin atau kimia khusus untuk dihirup
  • Sebuah tes untuk menunjukkan apakah anda memiliki kondisi lain dengan gejala yang sama seperti asma, seperti penyakit refluks, disfungsi pita suara, atau apnea tidur
  • Rontgen dada atau ekg (electrocardiogram). Tes ini akan membantu mengetahui apakah benda asing atau penyakit lainnya dapat menyebabkan gejala anda.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *