Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberculosis.
Tuberkulosis biasanya menyerang paru-paru, namun juga bisa berdampak pada bagian tubuh lainnya. Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi Tuberkulosis aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.
Infeksi Tuberkulosis umumnya bersifat asimtomatikdan laten. Namun hanya satu dari sepuluh kasus infeksi laten yang berkembang menjadi penyakit aktif. Bila Tuberkulosis tidak diobati maka lebih dari 50% orang yang terinfeksi bisa meninggal.
Penyakit Tuberkulosis Menular Melalui Apa Saja?
Berikut adalah penjabaran tentang media penularan penyakit tuberkulosis:
- Cairan
Aktivitas seperti berciuman dengan penderita TuberkulosisC juga akan menyebabkan infeksi virus menyerang dengan lebih gampang. Contoh-contoh lainnya yang perlu Anda hindari dan waspadai adalah makan menggunakan peralatan yang sama dengan yang dipakai oleh penderita TuberkulosisC, minum memakai gelas yang sama, berhubungan intim serta menyikat gigi memakai sikat gigi yang sama.
Penularan kuman TuberkulosisC akan dengan mudah terjadi apabila aktivitas-aktivitas tersebut kita lakukan. Jadi meski sudah menjauhi penderitanya agar tidak menghirup udara yang sama, Anda juga masih perlu untuk menghindari serangkaian kegiatan di atas supaya meminimalisir potensi penyebaran virus dan penularannya. Orang-orang yang berada di sekitar penderita TuberkulosisC sebaiknya memang lebih ekstra hati-hati.
Baik itu keluarga maupun teman, bercengkerama dengan penderita TuberkulosisC bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan. Bila ingin tahu bagaimana cara mencegah TuberkulosisC, maka jalan satu-satunya adalah dengan tidak begitu dekat dengan para penderitanya apalagi memakai barang yang sama. Terlebih lagi, bila pasangan suami/istrilah yang menderita TuberkulosisC, jangan dulu melakukan hubungan intim.
- Udara
Penularan dan penyebaran Tuberkulosis diketahui melalui udara dan itulah mengapa penularannya tergolong sangat mudah. Ketika kita menghirup udara yang sama dengan pendeirta TuberkulosisC aktif, maka kita pun dapat tertular secara instan. Potensi tertular pun menjadi lebih tinggi ketika daya tahan tubuh kita tak begitu kuat.
Ketika penderita TuberkulosisC berbicara kepada kita, atau batuk, bersin serta meludah di dekat kita, hal ini bisa sangat membahayakan bagi tubuh kita. Meski tak semua orang yang berada di dekat penderita TuberkulosisC serta menghirup udara yang sama dan sudah tercemar bakteri pasti terserang TuberkulosisC, tetaplah waspada akan hal ini, terutama ketika daya tahan tubuh tengah lemah.
Orang-orang dengan tingkat kekebalan tubuh yang rendah akan lebih mudah terserang virus serta bakteri, maka akan sangat mudah bagi mereka untuk tertular bila berada di tempat yang sama dengan penderita TuberkulosisC. Sama halnya dengan orang-orang dengan masalah kekurangan gizi. Faktor lainnya yang mampu meningkatkan risiko tersebut adalah adanya lingkungan yang kurang sehat.
Lingkungan yang kurang baik bakal memberikan dampak negatif bagi orang-orang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun sehingga terkena infeksi Mycobacterium tuberculosa secara lebih mudah. Kuman tersebut merupakan penyebab infeksi TuberkulosisC dan sudah ada pembuktiannya dengan kultur konfirmatori.
Bersin, batuk dan juga bicara adalah sarana untuk menularkan bakteri lewat udara, ditambah juga dengan meludah (khususnya jika seorang penderita TuberkulosisC melakukannya di dekat kita). Bahkan menyanyi pun adalah aktivitas yang ternyata bisa juga menjadi proses penularan bakteri penyakit TuberkulosisC ini.
Ini karena diketahui bahwa pada aktivitas-aktivitas tersebut, titis-titis aerosol infeksius akan tersemprotkan dari sang penderita.
Gejala Penyakit Tuberkulosis
Pemeriksaan tes darah atau kulit perlu dilakukan untuk mengetahui jika terinfeksi Tuberkulosis laten, ini dikarenan Tuberkulosis laten tidak memiliki gejala apapun.
Berbeda dengan Tuberkulosis laten, Tuberkulosis aktif biasanya memiliki gejala-gejala seperti berikut:
- Sakit dada
- Kehilangan selera makan
- Merasa lelah sepanjang waktu
- Berkeringat malam
- Batuk darah
- Demam
- Panas dingin
- Batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu
- Penurunan berat badan.
Penyembuhan Penyakit Tuberkulosis
Upaya yang dilakukan untuk menyembuhkan penyakit Tuberkulosis adalah dengan melakukan diagnosis terlebih dahulu.
Diagnosis yang ditegakkan adalah pemeriksaan fisik di sekitar paru-paru dan dada. Kemudian akan dibantu dengan pemeriksaan foto rontgent di bagian dada, pemeriksaan dahak dan darah dengan tes lab, dan juga pemeriksaan tuberculin.
Pengobatan dari penyakit Tuberkulosis paru-paru adalah jenis pengobatan jangka panjang antara 3-9 bulan dan penderita paling tidak harus minum sekitar 3 macam obat. Tuberkulosis termasuk penyakit yang sulit untuk terdeteksi. Dokter biasanya menggunakan beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit ini, antara lain:
- Rontgen dada.
- Tes Mantoux.
- Tes darah.
- Tes dahak.
Jika hasil tes laboratorium menyatakan positif terhadap tes dahak yang telah dilakukan, maka pengobatan Tuberkulosis paru akan diberikan oleh pihak medis selama 6 bulan. Pada masa pengobatan pertama, urin penderita menjadi berwarna merah. Hal ini disebabkan oleh penggunaan obat Tuberkulosis yang dikonsumsi oleh pasien. Pada periode kedua, urin penderita akan berwarna kuning.
Pasien harus mengikuti prosedur yang ditentukan oleh pihak medis. Minum obat harus teratur. Jika tidak, pengobatan harus diulang prosedurnya. Penyakit Tuberkulosis kronis membutuhkan masa penyembuhan yang sangat lama, sekitar 2 tahun tanpa jeda pengobatan.
Jenis kombinasi obat yang biasanya disebut dengan terapi anti-Tuberkulosis. Ada beberapa jenis pilihan obat yang bisa dipakai untuk cara mengobati Tuberkulosis di Indonesia adalah:
- Rifampisin (R)
- Streptomisin (S)
- Pirazinamid (Z)
- Isoniazid (INH atau H)
- Etambutol (E).



