Waspdai Gejala Penyakit Bronkitis Pada Bayi!

Bronkitis adalah suatu kondisi yang timbul bila dinding bagian dalam saluran pernapasan utama paru terinfeksi dan meradang. Saluran pernapasan adalah saluran yang terdapat di dalam paru-paru yang merupakan tempat aliran udara. Jika saluran pernapasan tersebut mengalami iritasi, maka akan terbentuk lendir yang tebal di dalamnya.

Lendir tersebut dapat menyumbat sehingga menghalangi udara untuk mencapai paru-paru. Maka dari itu, gejala yang dapat terjadi berupa batuk berdahak yang banyak mengandung lendir, kesulitan bernapas dan dada terasa sesak. Bronkitis terbagi menjadi dua yaitu bronkitis akut dan kronis. Bronkhitis akut seringkali disebabkan oleh infeksi virus.

Virus yang menyerang biasanya adalah virus yang sering menimbulkan flu yang menyebar hingga ke saluran napas yang lebih dalam sehingga menimbulkan bronkhitis. Disamping akibat infeksi virus, sebagian kecil kasus bronkhitis akut juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun akibat paparan terhadap asap rokok disekitar anda.

Bronkitis pada bayi umumnya menyerang anak dibawah usia 2 tahun, khususnya pada usia 3-6 bulan. Bronkitis adalah infeksi atau peradangan pada saluran udara besar paru-paru yaitu saluran udara yang disebut bronkus.

Adapun penyebab utama dari bronkitis adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV) atau juga oleh beberapa virus lainnya seperti virus adenovirus atau influenza. Virus ini akan menyebar melalui individu ke individu melalui cairan hidung.

Resiko terkena bronkitis akan meningkat pada bayi yang memiliki faktor-faktor seperti sering berada di lingkungan perokok, usia bayi anda masih berada di bawah 6 bulan, kurang mengkonsumsi asi yang memiliki sistem imun untuk bayi, lahir secara prematur atau berada di lingkungan yang padat penduduk.

Gejala Bronkitis Pada Bayi

Gejala brokitis pada bayi ditandai dengan munculnya gejala ISPA. ISPA itu sendiri merupakan infeksi saluran sistem pernafasan atas yang ringan. Selain ISPA, gejala lainnya yang terlihat yaitu bayi mengalami batuk.

Dimana batuk itu sendiri dalam waktu 2 sampai 3 hari keadaannya akan semakin bertambah parah bahkan bayi sampai mengalami muntah, serta mengeluarkan desis saat ia bernafas. Pada kondisi yang sangat parah akan timbul lebam kebiruan, cuping hidung bayi akan membesar ketika ia menarik napas.

Disarankan untuk segera menghubungi dokter apabila bayi mengalami batuk yang bertambah parah serta diiringi dengan demam. Puncak demam akan dialami oleh bayi yang mengalami bronkitis pada suhu 103 derajat F. Jika bayi anda mengalami kesulitan ketika bernafas dan tubuhnya terlihat lesu, segeralah hubungi dokter.

Cara Mencegah Bronkitis Pada Bayi

Meskipun gejala bronkitis pada bayi umumnya akan berkurang dalam waktu beberapa hari atau satu minggu, serta kematian bayi karena masalah kesehatan ini sangat rendah, akan tetapi melakukan pencegahan adalah hal penting yang harus anda lakukan. Beberapa langkah bisa anda lakukan untuk mencegah bronkitis di lingkungan keluarga. Berikut ini pencegahan yang bisa anda lakukan:

- Untuk pencegahan secara medis anda bisa konsultasi dengan dokter. Dibutuhkan vaksinasi apabila bayi anda rentan terhadap infeksi saluran pernafasan berat atau bronkitis berkepanjangan.

- Usahakan untuk sering mencuci tangan setelah melakukan kegiatan atau aktivitas tertentu.

- Cukupi kebutuhan gizi yang baik dan seimbang.

- Usahakan bayi tidur dengan cukup dan hindari bayi anda dari orang-orang yang sedang sakit.

- Jangan biarkan bayi anda berada di lingkungan asap rokok.

Sudah menjadi tugas orang tua agar bayi terhindar dari berbagai masalah kesehatan termasuk bronkitis. Terapkan hidup sehat dan berikan perawatan yang baik pada si kecil agar ia tetap sehat dan terhindar dari masalah kesehatan

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.