Tachycardia adalah penyakit di mana jantung berdetak sangat cepat. Pada orang normal tingkat detak jantung adalah 60 denyut per menit tetapi dalam tingkat tachycardia adalah 100 denyut per menit.
Dalam kasus seperti olahraga atau stres, hal ini dianggap normal karena tenaga membuat jantung berdetak sangat cepat tetapi dalam kasus-kasus seperti aritmia jantung, itu dianggap normal.
Tachycardia dapat berbahaya dalam tiga cara. Pertama, jika jantung memompa terlalu cepat untuk jangka waktu yang panjang maka oksigen dan karbon dioksida dalam hemoglobin darah tidak seimbang. Ini adalah normal dalam latihan tapi berbahaya ketika jantung beristirahat.
Kedua ketika jantung berdetak terlalu cepat, ia cenderung untuk memompa darah kurang efisien karena miokardium mendapat sedikit waktu untuk kontrak.
Efek berbahaya ketiga adalah bahwa, saat jantung berdetak sangat cepat, membutuhkan lebih banyak oksigen dan darah dan dengan cara ini orang merasa kehabisan napas dan menekankan.
Denyut jantung yang normal meningkat karena faktor-faktor atau penyebab. Berikut adalAh faktor-faktor penyebab penyakit tachycardia:
- Asma.
- Anemia.
- Demam.
- Serangan panik.
- Takut.
- Gugup.
- Emosi.
- Makan besar.
- Tekanan darah tinggi atau rendah.
- Latihan atau tenaga.
- Serangan jantung sebelumnya.
Tachycardia dirangsang oleh nikotin yang berlebihan, kafein atau adraline, obat-obatan terlarang tertentu dan obat-obatan, kekurangan potasium dan vitamin B, diet yang berlebihan, dan aritmia. Berdebar jantung berdetak adalah jenis denyut jantung yang cepat.
Gejala-gejala tachycardia pada penyakit tachycardia adalah sebagai berikut:
- Detak jantung yang cepat saat istirahat.
- Jantung berdebar.
- Pusing.
- Sesak napas
- Gagal jantung.
Pengujian rumah medis tachycardia termasuk monitor denyut jantung, EKG dan deteksi denyut jantung tidak teratur. Metode diagnosis alternatif meliputi hipotensi.
Ada beberapa prosedur diagnosis yang akan dijalankan dokter jika pasien dicurigai terkena tachycardia, yaitu:
- Tes meja miring
Pasien akan diminta mengonsumsi obat yang memicu serangan tachycardia. Setelah itu pasien akan diminta tidur pada meja khusus, yang akan dimiringkan.
Sehingga posisi pasien seperti sedang berdiri. Dokter akan mengamati respons sistem saraf dan jantung pasien terhadap perubahan posisi ini.
- Tes elektrofisiologi
Dokter akan memasukkan selang kecil dengan elektrode diujungnya pada pembuluh darah lengan, leher, atau pangkal paha pasien, kemudian dokter akan mengarahkan tabung ke beberapa titik di jantung.
Tes ini untuk menilai setiap hantaran impuls listrik setiap sebelum jantung berdenyut apakah normal atau tidak.
- Tes darah
Tes ini akan membantu apakah terjadi gangguan dengan tiroid atau unsur lain yang bisa menjadi penyebab tachycardia.
Komplikasi tachycardia juga akan semakin parah jika Anda mengalami anemia atau gangguan fungsi ginjal. Tes ini bisa menentukan apakah Anda mengalami itu.
- Tes elektrokardiogram (EKG)
Ini merupakan prosedur utama untuk mendiagnosis tachycardia. Beberapa sensor kecil ditempelkan pada dada dan tangan pasien untuk merekam pola sinyal elektrik saat melewati jantung.
- Sinar X dada
Dokter bisa melihat kondisi jantung dan paru-paru pasien secara tersendiri. Tes ini juga bisa membantu dokter melihat apakah terdapat penyakit jantung bawaan.
Penyakit tachycardia dapat diobati dengan:
- Konversi kimia.
- Konversi listrik.
- Menggunakan obat untuk mengontrol dan menormalkan detak jantung.
Tachycardia dapat disembuhkan atau dikendalikan oleh obat-obatan tertentu dan obat yang diresepkan oleh dokter.
Pada beberapa kasus, tachycardia tidak menyebabkan munculnya gejala atau komplikasi tertentu. Tapi ketika otot jantung mulai kekurangan oksigen akibat bekerja terlalu keras, tachycardia menjadi berkomplikasi.
Tingkat keparahan komplikasi yang dipicu oleh tachycardia bermacam-macam, tergantung dari beberapa faktor seperti jenis tachycardia, jumlah detak jantung dan lamanya jantung berdetak diatas normal. Beberapa komplikasi yang bisa ditimbulkan tachycardia adalah:
- Sering pingsan.
- Kematian mendadak.
- Stroke atau serangan jantung, akibat penggumpalan darah.
- Gagal jantung.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah jantung terkena tachycardia yaitu:
- Kontrol konsumsi minuman beralkohol dan yang mengandung kafein.
- Menjaga berat badan, tingkat kolesterol dan tekanan darah yang normal.
- Berhentilah merokok.
- Selalu berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat.
- Berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan bebas, dan pastikan disesuaikan dengan petunjuk pemakaian.
- Upayakan agar pikiran tidak stres.
- Hindari penggunaan narkoba.
- Periksakan kesehatan Anda secara rutin dan laporkan setiap gejala yang timbul pada dokter Anda.



