Maag merupakan radang lambung atau juga dikenal tukak lambung yang menyerang lambung disebabkan adanya luka di dalam lambung. Akibatnya perut terasa sakit, terasa lapar terus-menerus, mulas dan perih. Banyak orang yang terkena penyakit maag dan banyak pula menganggap remeh penyakit maag.
Orang-orang yang sibuk seperti pekerja kantoran, guru, pegawai, anak sekolah dan mahasiswa kerapkali mengabaikan disiplin makan tepat waktu. Tenaga terlalu diforsir, kelelahan, stress, serta makan makanan yang tidak sehat menjadi pemicu penyakit yang satu ini.
Penyebab Penyakit Maag
Terdapat beberapa sebab yang bertanggungjawab terhadap hadirnya penyakit maag. Penderita bisa saja memiliki penyakit ini karena salah satu atau kombinasi dari sebab-sebah ini. Penyebab penyakit maag adalah diantaranya, kebiasaan makan yang tidak terpola.
Jadwal makan kurang teratur. Bisa jadi karena nafsu makan penderita yang fluktualif ataupuan karena kesibukannya. Selain itu, keberadaan mikoorganisme merugikan di dalam lambung diketahui menyebabkan nyeri penyakit maag.
Penyebab penyakit maag berikutnya adalah mengkonsumsi obat-obatan tertentu, mengkonsumsi alkohol, stress serta memiliki pola tidur yang tidak teratur.
Selain itu, maag dapat muncul ketika penderita telat makan, namun kemudian ketika penderita penyakit maag makan, porsinya terlalu banyak. Dalam kondisi penyakit maag yang parah, ini sangat berbahaya dan bahkan bisa menyebabkan kematian penderita.
Berikut adalah ciri-ciri penderita mengalami penyakit maag:
- Sering merasa lapar.
- Perasaan mual mual ingin muntah.
- Sakit saat buang air besar.
- Mual dan muntah.
- Perut kembung.
- Nyeri yang terasa perih pada perut dan dada.
- Sering bersendawa.
- Perut sakit, atau di ulu hati.
- Rasa sakit yang mudah hingga nyeri yang hebat. Anda rasakan nyeri pada ujung bawah tulang dada serta pusar yang dimaksud epigatrium.
- Rasa layaknya terbakar atau rasa panas yang tidak nyaman, anda rasakan sensasi panas di tempat epigastrium.
- Lidah layaknya terlapisi lendir tidak tipis serta napas berbau busuk.
- Perasaan kenyang waktu sedang menyantap makanan. Perihal ini mengakibatrkan ketidak mampuan atau kesusahan untuk merampungkan makanan.
Obat-obatan Untuk Penyakit Maag
Pada kasus sakit maag persisten, penggunaan obat-obatan adalah pilihan utama untuk mengatasi kondisi ini. Beberapa contoh obat yang biasanya diresepkan dokter adalah:
- Alginat
Obat ini biasanya diresepkan pada kasus sakit maag yang disebabkan oleh refluks asam lambung.
- Antibiotik
Obat ini akan diresepkan dokter jika sakit maag yang terdeteksi disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori.
- Prokinetik
Obat ini mampu meredakan gejala sakit maag dengan cara mempercepat pencernaan makanan.
- Obat antidepresan
Obat ini bisa saja diresepkan dokter guna mengurangi gejala nyeri saat sakit maag.
- Antasida
Obat ini mampu menetralkan asam lambung berlebih agar tidak mengiritasi dinding saluran pencernaan. Antasida dapat dibeli tanpa resep untuk mengatasi gejala sakit maag yang masih tergolong ringan atau menengah.
- Obat antagonis reseptor H2 (H2RA)
Obat ini mampu mengurangi jumlah asam lambung.
- Obat penghambat pompa proton (PPI)
Sama seperti H2RA, obat-obatan PPI bertujuan mengurangi kadar asam lambung. Selain itu, obat ini juga bisa diresepkan untuk penderita sakit maag yang mengalami gejala panas dan nyeri di tengah dada.
- Menghindari Makanan Berminyak dan Berlemak
Hal yang dapat dilakukan sebagai pencegahan sakit maag adalah dengan menghindari makanan berminyak dan berlemak. Karena makanan berminyak dan berlemak cenderung lama untuk dicerna, membuat makanan tinggal lebih lama di lambung.
Hal ini dapat menghasilkan peningkatan tekanan di lambung, yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan terjadinya pelemahan LES. Jika LES melemah, asam lambung akan naik ke kerongkongan.
Pencegahan Penyakit Maag
Pencegahan sakit maag sebetulnya mudah asal kita mau konsisten dalam melakukannya. Sebab semua jenis pengobatan dan pencegahan akan percuma jika dilakukan hanya sesekali saja. Selama kita sungguh-sungguh dan konsisten, pencegahan sakit maag bisa berhasil. Berikut ini adalah pencegahan sakit maag yang dapat anda lakukan, antara lain:
- Makan Teratur
Hal yang dapat dilakukan sebagai pencegahan sakit maag adalah dengan makan teratur. Mengunyah makanan sebanyak 32 kali agar makanan lebih lembut ketika masuk lambung.
- Menghindari Makanan Penyebab Maag
Hal yang dapat dilakukan sebagai pencegahan sakit maag adalah menghindari makanan penyebab maag. Kurangi makan-makanan yang dapat melukai lambung seperti cuka, kopi, pedas atau beberapa makanan yang dapat membuat lambung memproduksi asam lambung secara berlebihan.
- Mengonsumsi Susu Kedelai
Hal yang dapat dilakukan sebagai pencegahan sakit maag adalah mengonsumsi susu kedelai. Dari berbagai studi ilmiah bahwa kandungan serat yang cukup tinggi dan baik dari kedelai terbukti dapat mengatasi berbagai masalah pencernaan seperti maag, radang saluran cerna, kembung dan lain-lain.



