Sirosis hati adalah penyakit hati menahun yang difus ditandai dengan adanya pembentukan jaringan ikat disertai nodul.
Pembentukan jaringan ikat saja seperti pada payah jantung, obstruksi saluran empedu juga pembentukan nodul saja seperti sindroma Felty dan transformasi nodular parsial bukanlah suatu sirosis hati.
Sirosis hati merupakan penyakit kronis hati yang ditandai dengan adanya penggantian jaringan normal dengan jaringan fibrous sehingga sel-sel hati akan kehilangan fungsinya.
Sirosis membuat hati atau lever mengalami peradangan, kerusakan atau kematian sel hati sehingga akan merusak struktur hati. Akibatnya hati menjadi keras, mengecil dan fungsi hati menurun.
Rusaknya lever bisa menyebabkan penderita mengalami mata dan badan atau kulit kuning. Hal itu terjadi lantaran bilirubin (pigmen warna kuning) tidak bisa dipindahkan melalui hati, sehingga menumpuk di darah dan tersimpan di mata maupun kulit.
Penderita sirosis hati juga biasanya mengalami kaki bengkak, perut membesar, berat badan turun drastis, penurunan kesadaran, muntah darah, hingga gangguan ginjal.
Sirosis hati juga bisa disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B maupun C. Jika virus itu menetap di tubuh selama puluhan tahun, bisa berkembang menjadi sirosis.
Sayangnya, kerusakan hati karena virus hepatitis sering kali tak disadari pasien hingga akhirnya sudah menjadi sirosis.
Hasil penelitian menyebutkan sirosis hati paling sering disebabkan oleh minuman keras, hepatitis B dan C serta faktor kegemukan.
Namun, dewasa ini penyebab penyakit tersebut semakin banyak.Penderita sirosis hati seringkali mengalami gangguan pada portal pembuluh balik pada hati sehingga mengakibatkan terganggunya homeostasis pada hati yang berdampak pada disfungsi sintesis faktor koagulasi.
Sirosis menjadi sangat berbahaya karena mengganggu fungsi-fungsi kerja hati di atas. Selain itu, risiko kanker hati (hepatocellular carcinoma) juga dapat berkembang pada penyakit sirosis. Risiko bervariasi sesuai penyebab sirosis.
Risiko terbesar adalah pada sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis C dan B, diikuti dengan sirosis yang disebabkan oleh hemokromatosis.
Selain itu, jaringan parut membatasi aliran darah melalui vena portal sehingga terjadi tekanan balik (dikenal sebagai hipertensi portal). Vena portal adalah vena yang membawa darah berisi nutrisi dari usus dan limpa ke hati.
Normalnya, darah dari usus dan limpa dipompa ke hati melalui vena portal. Namun, sirosis menghalangi aliran normal darah melalui hati sehingga darah terpaksa mencari pembuluh baru di sekitar hati.
Pembuluh-pembuluh darah baru yang disebut “varises” ini terutama muncul di tenggorokan (esofagus) dan lambung sehingga membuat usus mudah berdarah.
Jika perdarahan usus terjadi, Anda mungkin muntah darah, atau mengeluarkan darah melalui kotoran (feses). Kondisi ini adalah darurat medis yang harus segera ditangani.
Tes fungsi hati dapat mendeteksi perubahan yang mengarah pada disfungsi hati, seperti:
- Gangguan proses detoksifikasi obat, racun serta bahan kimia lainnya yang kemudian bisa menumpuk di dalam tubuh serta menghambat regulasi berbagai macam hormon.
- Kegagalan membuat cukup protein seperti albumin yang membantu pengaturan komposisi cairan di dalam aliran darah dan tubuh.
- Gangguan fungsi berbagai macam enzim, metabolisme kolesterol dan faktor-faktor pembekuan empedu.
- Gangguan penyimpanan energi (glikogen) dan metabolisme karbohidrat.
- Kegagalan membuat bahan kimia yang cukup diperlukan untuk proses pembekuan darah.
- Ketidaksempurnaan hati dalam mengolah limbah kimia dalam tubuh seperti bilirubin sehingga menumpuk di dalam tubuh.
Mendeteksi sirosis sejak dini memang agak sulit dilakukan karena pada tahap awal sirosis tidak menimbulkan gejala apapun sehingga pasien sirosis ringan dan moderat mungkin menderita waktu yang lama tanpa menyadari penyakitnya.
Penyakit ini tergolong sangat berbahaya karena dapat menimbulkan berbagai penyakit gangguan metabolis, seperti edema, hipertensi portal, varises gastroesofagus, asietes, ikterus, koagulopati, splenomegali dan ensefalopati hepatis.
Prognosis penyakit sirosis hati akhirnya meninggal akibat pendarahan varises masif atau ensefalopati hati.



