Cara Mengatasi Penyakit Diare Yaitu …

Diare bisa terjadi kapanpun dan juga dapat menyerang siapa saja. Oleh karena itu anda harus mengetahui ciri-ciri diare dan juga cara penanganan yang tepat pada penderita diare. Diare selalu terjadi pada system pencernaan makanan.

Buang air besar yang terus-menerus dengan ditandai kelebihan air dalam feses. Banyak hal yang bisa menyebabkan diare seperti virus, keracunan makanan dan masih banyak lainnya.

Terkadang makan makanan yang terlalu pedas juga dapat menyebabkan diare. Diare bisa terjadi sampai beberapa hari. Diare yang sudah disertai darah disebut dengan diare disentri dan harus segera ditangani oleh dokter. Maka dari itu anda harus hati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Perhatikan kebersihan dari makanan tersebut juga.

Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit diare yaitu:

  1. Minum obat anti diare

Di apotek atau toko obat banyak sekali obat untuk mengobati diare (obat diare) apalagi gencarnya iklan mengenai hal ini, seperti yang mengandung loperamide (Imodium) dan bismuth subsalicylate, yang dapat membantu mengurangi pergerakan usus sehingga dapat membantu mengatasi diare.

Akan tetapi harus hati-hati menggunakan obat diare ini, karena kondisi medis tertentu dan infeksi bakteri maupun parasit dapat diperburuk olehnya. Hal ini karena obat diare tersebut mencegah tubuh dalam membasmi penyebab diare.

Juga, obat diare ini tidak selalu aman untuk anak-anak. Oleh karena itu sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengambil obat-obat ini atau ketika akan menggunakannya untuk mengobati diare pada anak.

  1. Probiotik

Probiotik mengandung strain bakteri hidup yang mirip dengan bakteri sehat yang biasanya ditemukan dalam sistem pencernaan manusia. Probiotik dapat meningkatkan jumlah bakteri sehat untuk melawan bakteri jahat dalam saluran pencernaan. Bakteri yang menguntungkan juga dapat ditemukan dalam yogurt dan keju.

  1. Minum banyak cairan

Cairan yang dimaksud antara lain: air putih, kuah kaldu, kuah sayur bening, jus, atau bisa juga dengan air gula dicampur garam (LGG=larutan gula garam). Untuk diare pada anak dapat digunakan oralit yang sudah siap pakai. Hal ini penting untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi.

Sebagai ukuran jika cairan sudah cukup yaitu ditandai dengan air seni berwarna kuning jernih atau bening. Perlu diketahui, Hindarilah minuman yang mengandung kafein dan alkohol karena malah akan meningkatkan pembuangan cairan tubuh.

  1. Makanlah makanan yang mudah dicerna

Yaitu makanan semipadat dan makanan rendah serat secara bertahap hingga buang air besar kembali normal. Contohnya roti, biskuit, telur, nasi atau ayam.

  1. Hindari makanan tertentu

Seperti produk susu, makanan berlemak, makanan tinggi serat atau makanan berbumbu tajam serta makanan pedas selama beberapa hari hingga diare teratasi.

Dalam mengatasi diare, dokter akan menggunakan obat diare ataupun perawatan lainnya, berikut penjelasannya:

Berikut adalah obat-obatan untuk mengatasi penyakit diare:

  1. Dioctahedral smectite

Dioctahedral smectite (DS), suatu aluminosilikat nonsistemik berstruktur filitik, secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barrier mukosa usus dan menyerap toksin, bakteri, serta rotavirus. Smectite mengubah sifat fisik mukus lambung dan melawan mukolisis yang diakibatkan oleh bakteri.

Zat ini juga dapat memulihkan integritas mukosa usus seperti yang terlihat dari normalisasi rasio laktulose-manitol urin.

  1. Nifuroxazide

Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus, Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa. Nifuroxazide bekerja lokal pada saluran pencernaan.

Obat diare ini diindikasikan untuk dire akut, diare yang disebabkan oleh E. coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik, baik digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.

  1. Racecordil

Anti diare yang ideal harus bekerja cepat, tidak menyebabkan konstipasi, mempunyai indeks terapeutik yang tinggi, tidak mempunyai efek buruk terhadap sistem saraf pusat, dan yang tak kalah penting, tidak menyebabkan ketergantungan. Racecordil yang pertama kali dipasarkan di Perancis pada 1993 memenuhi semua syarat ideal tersebut.

  1. Loperamide

Loperamide merupakan golongan opioid yang bekerja dengan cara memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus.

Obat diare ini berikatan dengan reseptor opioid sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan loperamid dengan reseptor tersebut. Efek samping yang sering dijumpai adalah kolik abdomen (luka di bagian perut), sedangkan toleransi terhadap efek konstipasi jarang sekali terjadi.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *