Diagnosis Penyakit Disentri Yang Dilakukan Dokter!

Disentri adalah peradangan usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar. Buang air besar ini berulang-ulang yang menyebabkan penderita kehilangan banyak cairan dan darah. Penyakit disentri termasuk penyakit yang mudah menular dan sangatlah berbahaya, penyebarannya dapat ditularkan melalu makanan dan air yang telah tercemar oleh kotoran melalui perantara lalat yang membawa kuman-kuman penyebab disentri. Penyakit ini umumnya lebih cepat menyerang anak-anak. Kuman-kuman masuk ke dalam rongga pencernaan yang mengakibatkan pembengkakan dan pemborokan sehngga timbul peradangan pada usus besar. Secara umum penyakit disentri adalah karena kurangnya menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri yang pada akhirnya dapat mencemari pada makanan dan minuman yang dikonsumsi. Penyebab Penyakit Disentri Penyebab utama penyakit disentri tentunya adalah tidak terjaganya kebersihan sanitasi atau air bersih. Maka banyak sekali penderita disentri di tempat dengan kepadatan penduduk tinggi, air bersih terbatas, dan banyak kontaminasi yang masuk ke dalam makanan dan minuman. Penderita disentri biasanya meremehkan penyakit ini dan tidak menghubungi dokter karena dianggap sebagai diare biasa. Penyakit disentri sendiri sebetulnya dapat dibagi menjadi dua berdasarkan mikroorganisme penyebabnya. Terdapat disentri yang disebabkan oleh bakteri shigella, yang kemudian disebut dengan disentri basiler atau sigelosis. Bakteri Shigella yang dapat menyebabkan disentri ada 4 jenis, yaitu S. sonnei, S. flexneri, S. boydii, dan S. dysenteriae. Disentri basiler ini merupakan yang paling banyak diderita orang, diperkirakan ada sekitar 120 juta kasus disentri yang mayoritasnya diderita oleh balita, menurut data dari WHO. Sementara itu, ada pula penyakit disentri yang disebabkan oleh amuba Entamoeba histolytica, juga banyak menyerang penduduk negara tropis karena parasit bersel satu yang memasuki sistem pencernaan. Disentri jenis ini dinamakan dengan disentri amoeba atau amoebiasis. Pada disentri amoeba, parasit akan membentuk semacam kista yang terlindungi dari perlindungan alami tubuh asam lambung, sehingga dapat mencapai usus dengan kondisi masih hidup. Setelah itu, pelapis amoeba akan pecah dan amoeba di dalamnya akan menyebabkan infeksi. Dari kedua jenis disentri tersebut, baik disentri basiler maupun disentri amoeba terjadi karena lingkungan yang kurang bersih juga akibat kontaminasi pada makanan. Apalagi jika ketika mengolah makanan tidak mencuci tangan terlebih dahulu, yang bisa saja tangan selesai digunakan untuk mencebok. Gejala Penyakit Disentri Beberapa hal berikut ini adalah gejala apabila seseorang terkena penyakit disentri, diantaranya yaitu: - Sakit di bgaian kepala - Diare yang disertai darah atau nanah. - Sakit perut. - Demam dan menggigil. - Mual atau muntah. - Sakit saat buang air besar. - Pendarahan pada rektum. - Kehilangan nafsu makan. - Penurunan berat badan. Diagnosis Penyakit Disentri Konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami diare berdarah atau berlendir yang berlangsung lebih dari beberapa hari. Jangan lupa untuk menginformasikan makanan apa saja yang Anda konsumsi, yang mungkin dapat menyebabkan diare. Untuk mendiagnosis jenis disentri yang Anda idap, dokter akan melakukan pemeriksaan sampel tinja. Apabila mencurigai Anda mengidap disentri amoeba, dokter juga akan menganjurkan pemeriksaan lebih mendetail seperti tes darah guna memeriksa antibodi, USG hati agar bisa memastikan ada atau tidaknya abses pada hati, serta kolonoskopi untuk memeriksa kondisi usus besar. Karena penyakit ini adalah penyakit yang berbahaya dan menular, akan lebih baik jika anda selalu menjaga kebersihan diri anda sendiri maupun lingkungan tempat tinggal.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *