Gejala Penyakit Disentri Yang Dapat Kamu Pelajari!

Disentri timbul akibat mewabahnya virus dan bakteri yakni shigella dan bakteri E.coli yang hidup secara alamiah di usus manusia dan penyebaran penyakitnya melalui udara yang tercemar, pencemaran air, makanan yang terkontaminasi dsb. Umumnya penyakit disentri ini lebih sering dialami oleh mereka yang tinggal di bataran kali, permukiman padat penduduk yang memiliki sistem sanitasi dan aliran air yang kurang bersih dan kurang sehat. Faktor-faktor Risiko Penyakit Disentri Ada banyak faktor risiko untuk disentri, yaitu: Balita. Infeksi disentri paling banyak terjadi pada anak-anak berusia di antara 2 hingga 4 tahun. Tinggal di perumahan padat atau mengikuti aktivitas kelompok. Kontak yang dekat dengan orang lain memudahkan penyebaran bakteri dari seseorang ke orang lain. Wabah shigella lebih umum terjadi di pusat penitipan anak, kolam rendam umum, panti jompo, penjara, dan barak militer. Tinggal atau berpergian ke daerah dengan sanitasi yang buruk. Orang yang tinggal atau berpergian ke negara-negara berkembang lebih mudah terkena infeksi shigella. Laki-laki gay yang aktif secara seksual. Pria yang melakukan hubungan seks dengan pria memiliki risiko yang lebih besar akibat kontak oral-anal secara langsung atau tidak langsung. Gejala Penyakit Disentri Gejala penyakit disentri antara lain: - Sakit perut. - Pusing disertai sakit kepala. - Diare yang disertai darah atau nanah. - Kehilangan nafsu makan. - Sakit saat buang air besar. - Demam dan menggigil. - Mual atau muntah. - Pendarahan pada rektum. - Penurunan berat badan secara signifikan. Komplikasi Penyakit Disentri Penyakit disentri ternyata bisa memicu timbulnya komplikasi, terutama pada mereka yang terlambat memperoleh penanganan. Terlebih jika penderita buang air besar terus menerus, karena akan mengalami dehidrasi yang dapat berujung kematian. Selain dehidrasi, gejala penyakit disentri juga bisa memicu abses hati. Kondisi ini terjadi apabila Amoeba yang awalnya menginfeksi usus sampai menyebar ke hati. Amoeba juga dapat menginfeksi organ lainnya yang letaknya berdekatan dengan usus jika tidak segera diobati. Cara Pencegahan Penyakit Disentri -Menjaga kebersihan lingkungan. Bersihkan rumah dan perabotan, terutama perabotan makan secara berkala. Jika perlu simpan perabotan makan di tempat tertutup agar tidak terkontaminasi kuman. Cuci segera perabotan makan setelah digunakan agar ia tak jadi sarang kuman. -Menjaga kebersihan makanan dan minuman Masaklah makanan dengan benar, dan minumlah air yang sudah matang untuk menghindari infeksi gejala penyakit disentri. Proses memasaknya juga harus diperhatikan, seperti menempatkan sayuran dan daging dalam wadah yang berbeda. Makanan juga harus dicuci dengan air yang mengalir sebelum dimasak. Pisau dan talenan yang dipakai untuk keduanya juga harus berbeda, atau setidaknya cucilah terlebih dahulu sebelum digunakan kembali. Setelah makan, segera simpan sisa makanan dalam lemari pendingin. Jangan biarkan makanan berada dalam ruangan terlalu lama, kendati dalam keadaan tertutup. Selain itu, tutup rapat tempat air minum dan segera bersihkan meja makan agar tak jadi sarang kuman. -Menjaga kebersihan diri Sebelum makan, biasakan keluarga untuk mencuci tangan pakai sabun. Hal ini sangat penting dilakukan guna mencegah bakteri Amoeba dan Shigella masuk ke dalam sistem pencernaan melalui tangan yang kotor. Infeksi bakteri penyebab penyakit disentri memang terkadang tak dapat dihindari, namun bukanlah hal yang mustahil untuk dicegah. Dengan informasi berikut, Anda bisa memberikan perlindungan terbaik untuk keluarga, terutama si kecil yang rentan akan penyakit.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *