Pengobatan Penyakit Gastritis Yang Dapat Kamu Tangani Dirumah!

Jangan pernah anggap sepele penyakit lambung yang juga dikenal dengan sakit maag ini. Banyak orang mengganggap gangguan ini sebagai sakit perut biasa. Padahal, jika dibiarkan bisa berakibat fatal, yakni resiko kanker dan resiko resiko penyakit lainnya.

Gastritis berasal dari bahasa Yunani yaitu gastro, yang berarti perut/lambung dan itis yang berarti inflamasi/peradangan. Lambung pada dasarnya adalah sebuah kantung otot dimana makanan dicerna.

Ketika makanan masuk ke lambung, secara bersamaan mukosa pada lambung mengeluarkan asam hidroklorida. Asam ini amat korosif sehingga paku pun dapat larut dalam cairan ini. Gastritis sendiri disebabkan oleh adanya peradanganpada mukosa lambung akibat tingginya produksi asam dalam lambung.

Akibatnya, sejumlah keluhan akan dialami oleh penderitanya, diantaranya meliputi rasa perih di sekitar area ulu hati, perut kembung, bersendawa, sesak nafas, mual, bahkan muntah-muntah. Gastritis merupakan pembengkakan atau peradangandi lapisan lambung.

Gastritis ini bisa berlangsung hanya untuk waktu singkat saja atau bisa juga untuk waktu hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Apabila anda bingung dengan istilah gastritis, orang awam sering menyebut gastritis dengan sakit maag.

Pengobatan Penyakit Gastritis

Umumnya, pengobatan gastritis akan disesuaikan dengan faktor penyebab penyakit ini menyerang tubuh anda. Karena itu, berkonsultasilah dengan dokter dan ceritakan riwayat kesehatan anda secara lengkap. Ini akan membantu dokter anda untuk menganalisis dan menegakkan diagnosa guna menentukan perawatan apa yang tepat untuk anda.

Gastritis akut yang umumnya disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan dan juga obat-obatan tertentu, dapat diatasi dengan menghentikan penggunaan zat-zat tersebut.

Sedangkan, gastritis kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri heliobacter pylori, dapat diatasi dengan konsumsi obat-obatan bersifat antibiotik guna memberantas keberadaan bakteri tersebut dalam lambung anda.

Beberapa jenis antibiotik yang sering diberikan, bisa jadi berupa amoksilin, klaritromisin (Biaxin), metronidazol, dan tetrasiklin.

Untuk menurunkan kadar asam yang tinggi dalam lambung anda, boleh jadi dokter memberikan anda obat jenis antasida, dimana selain menetralisir asam lambung berlebih, obat golongan ini juga mampu meredakan nyeri yang terjadi dan membantu pengeluaran gas yang timbul dari saluran pencernaan.

Jika anda diresepkan obat jenis ini, pastikan untuk tidak mengonsumsi obat-obatan lain secara berbarengan agar tidak terjadi kontraindikasi yang tidak diinginkan. Konsumsi antasida dapat dilakukan dua jam sebelum atau sesudah obat lain dikonsumsi.

Pengingat lain, sekalipun keluhan nyeri dapat hilang, konsumsi antasida sebenarnya tidak bersifat menyembuhkan melainkan hanya mengurangi gejala yang terjadi. Penggunaan antasida dalam dosis besar dan dalam kurun waktu yang panjang dapat meningkatkan resiko osteoporosis, ensefalopati, dan gangguan fungsi ginjal.

Karena sifat antasida hanya mengurangi asam, seringkali dokter akan memberikan rujukan obat lain berupa proton pump inhibitor guna mengontrol produksi asam berlebih dalam lambung. Waspadalah terhadap dosis yang tinggi dari penggunaan obat ini, dimana efeknya dapat meningkatkan resiko patah tulang pada pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang.

Jika ditemukan luka pada mukosa lambung, dokter akan meresepkan obat jenis sukralfat. Di dalam lambung, sukralfat akan menempel pada selaput dan membentuk lapisan guna melindungi selaput mukosa lambung dari gesekan penyebab iritasi/luka.

Meski begitu, obat ini pun tidak bersifat menyembuhkan luka. Dibutuhkan obat jenis fucoidan dalam hal ini. Selain berfungsi seperti sukralfat, fucoidan berperan dalam memicu kecepatan degenerasi sel luka pada lambung sekaligus memakan bakteri penyebab gastritis pada lambung.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *