Penyakit thypoid merupakan penyakit infeksi pada usus yang disebabkan makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri Salmonella Thypti yang masuk ke dalam tubuh melalui usus dan menyebar ke seluruh tubuh, biasanya sering terjadi pada anak-anak di atas satu tahun namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa terkena penyakit thypoid ini.
Penyakit thypoid biasanya terjadi dikarenakan kurangnya menjaga kebersihan, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, meminum air mentah langsung dari kran atau air minum yang belum dimasak dll sehingga membuat bakteri Salmonella dapat masuk ke dalam tubuh yang menyebabkan terjadinya penyakit thypoid.
Gejala Penyakit Thypoid
Gejala dari penyakit thypoid adalah:
- Otot terasa nyeri.
- Sakit kepala berat.
- Tubuh menggigil.
- Tekanan darah menurun.
- Diare namun ada beberapa kasus yang mengalami sulit BAB.
- Perut terasa sakit akibat pembengkakan limfa dan hati.
- Mual dan muntah-muntah.
- Timbul bercak merah kecil di sekitar perut dan dada.
- Hilangnya nafsu makan sehingga badan menjadi lemas.
- Menurunnya berat badan.
- Tenggorokan mengalami peradangan, bibir pecah dan kering.
- Mulut mengalami bau tak sedap
- Lidah terasa pahit dan pada bagian tengah berwarna putih sedangkan bagian pinggir berwarna merah.
- Terjadi gangguan kesadaran atau bahkan pingsan jika sudah mengalami kondisi yang parah.
- Biasanya ditandai demam tinggi sampai 39 derajat sampai 40 derajat celcius pada waktu malam namun pada pagi dan siang hari demam menurun dan kembali demam tinggi menjelang malam hari, demam biasanya terjadi sekitar 3 minggu.
Jika penyakit thypoid tidak cepat ditangani dapat mengakibatkan terjadinya kebocoran di bagian usus dan ini sangat berbahaya bagi keselamatan bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Pengobatan di Rumah Sakit
Antibiotik di rumah sakit akan diberikan dalam bentuk suntikan. Jika diperlukan, asupan cairan dan nutrisi juga akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah melalui infus. Anda mungkin harus mengikuti pengobatan antibiotik hingga hasil tes terhadap tinja dan urin benar-benar bersih dari bakteri penyebab thypoid.
Infus diberikan karena perawatan thypoid yang dilakukan di rumah sakit umumnya diiringi muntah terus-menerus, diare parah, serta perut kembung. Infus berisi cairan diberikan untuk mencegah dehidrasi akibat gejala diare. Penderita anak yang mengalami demam thypoid dapat direkomendasikan untuk melalui perawatan di rumah sakit sebagai tindak pencegahan.
Pada sebagian kecil kasus, operasi mungkin diperlukan jika terjadi komplikasi yang membahayakan nyawa, seperti pendarahan dalam atau rusaknya sistem pencernaan.
Hampir semua kondisi pengidap berangsur membaik setelah dirawat di rumah sakit selama 3-5 hari. Tubuh akan pulih dengan perlahan-lahan bahkan setelah berminggu-minggu pascainfeksi hingga Anda sepenuhnya pulih kembali.
Pengobatan Thypoid di Rumah
Jika kondisi pasien thypoid belum terlalu parah, biasanya dokter akan memberikan resep obat untuk di tebus di apotik dan dokter akan menyarankan anda untuk:
- Membiasakan untuk mencuci tangan dengan air hangat dan sabun untuk mencegah penyebaran bakteri penyebab thypoid.
- Banyak Istirahat.
- Makan secara teratur.
- Sering minum air putih.
Pencegahan Penyakit Thypoid
Di Indonesia, vaksin thypoid sebagai pencegahan thypoid menjadi imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah, tapi belum masuk ke kategori wajib. Vaksin thypoid diberikan kepada anak yang berusia di atas dua tahun dan diulang tiap tiga tahun. Imunisasi thypoid di Indonesia dilakukan dalam bentuk suntik pada balita dan dalam bentuk oral pada anak yang berusia di atas enam tahun.
Seperti pada vaksin-vaksin lainnya, vaksin thypoid tidak memberikan perlindungan 100 persen. Anak yang sudah diimunisasi thypoid tetap dapat terinfeksi, namun tingkat infeksi yang dialami anak yang sudah divaksin tidak akan seberat mereka yang belum divaksin sama sekali.
Vaksinasi juga dianjurkan bagi orang yang berniat bekerja atau bepergian ke daerah yang sedang dilanda kasus penyebaran thypoid. Tindakan pencegahan lain yang juga perlu dilakukan adalah memperhatikan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi.
Jika Anda dan anak Anda berniat makan di luar rumah, sebaiknya hindari makan di tempat terbuka yang mudah terpapar bakteri dan disarankan untuk mengonsumsi minuman dalam kemasan.



