Penyakit disentri merupakan salah satu penyakit pencernaan yang menggerogoti usus besar penderita. Dalam ilmu medis (kesehatan) dikenal dia macam penyakit disentri yang satu disebut dengan penyakit disentri amuba dan yang lain dinamakan dengan disentri basiler. Bila kita lihat adanya penyakit ini amat menyengsarakan penderitanya yang biasanya terdapat pada anak-anak dibawah umur. Biasanya tinja mereka bercampur dengan darah, dan bau tak sedap. Namun penyakit ini tidak jarang juga kerap menjangkiti orang dewasa. Sampai kini konon jumlah kematian yang diakibatkan oleh disentri ini sekitar 10 persen dari yang menderita penyakit disentri. Jenis Penyakit Disentri Adapun beberapa jenis disentri yaitu:
- Disentri Amoeba
Disentri amoeba merupakan penyakit disentri yang disebabkan oleh infeksi amoeba atau parasit bersel satu. Disentri amoeba sering ditemukan di daerah tropis, seperti halnya Indonesia. Amoeba yang ada di dalam tubuh penderita dan siap keluar akan berkumpul serta dilindungi oleh pelapis, yang mana kumpulan amoeba ini disebut dengan kista. Kista tersebut akan keluar dari tubuh manusia bersama dengan kotoran atau tinja. Kumpulan amoeba atau kista tersebut masih bisa bertahan hidup meskipun di luar tubuh manusia. Apabila kebersihan kurang terjaga, maka amoeba-amoeba tersebut akan mengkontaminasi daerah yang berada di sekitarnya, termasuk air atau makanan. Jika air atau makanan yang terkontaminasi tinja yang mengandung kista tersebut dikonsumsi oleh seseorang, maka ia akan terinfeksi. Amoeba yang masuk ke dalam mulut akan turun ke perut. Setelah dari perut, amoeba-amoeba tersebut akan turun ke usus. Ketika di usus dinding pelapisnya akan pecah, dan amoeba-amoeba tersebut akan lepas serta menyebabkan infeksi.
- Disentri basiler
Disentri basiler merupakan Penyakit Disentri dan Penyebabnya disebabkan oleh infeksi dari bakteri shigella. Disentri basiler ini umumnya banyak menyerang anak-anak secara tiba-tiba, umumnya menyerang ketika makanan atau minuman yang tercemar masuk ke dalam tubuh dan usai 2 hari setelah kemasukan kuamn atau bakteri shigella. Gejala yang terjadi adalah demam, mual dan muntah-muntah, diare dan tidak nafsu makan. Umumnya, disentri basiler, penderita akan mengalami diare yang sangat hebat yakni feses encer yang terjadi 20-30 kali sehari sehingga mengakibatkan tubuh menjadi lemas, kurus, kekurangan cairan, mata cekung, nyeri perut dan mengejang. Tanaman Obat Penyakit Disentri Berikut beberapa obat dari tanaman untuk penyakit disentri:
- Kulit pohon srikaya
Obat disentri tradisional berikutnya adalah srikaya. Minum rebusan kulit pohon ini, dengan teratur di pagi dan malam hari.
- Mentimun
Cara mengobati disentri yang paling mudah dengan menggunakan mentimun. Iris-iris mentimun, anda dapat mengkonsumsi sayur ini bersama madu murni.
- Keji beling
Bukan hanya berguna untuk meluruhkan batu ginjal, keji beling dapat juga digunakan untuk mengobati diare akut. Anda dapat minum rebusan dari tanaman ini setiap hari, sampai penyakit sembuh.
- Daun pule
Obat disentri lainnya dengan menggunakan beberapa bahan tradisional. Siapkan 5 lembar daun pule, sebutir gambir, dan kulit pohon cemara. Tumbuk semuanya sampai lumat, campur dengan madu dan sedikit air. Peras dan minum 2 sdm airnya, 2 kali dalam sehari.
- Daun krokot
Siapkan masing-masing 15 gram; daun sambiloto, kulit delima, krokot, dan daun sendok. Rebus dengan 3 gelas air, sampai tertinggal 1 ½ gelas. Airnya dapat dikonsumsi dengan takaran ½ gelas tiap pagi dan petang hari.
- Buah pare
Jus buah pare efektif untuk mengatasi disentri secara alami. Cukup minum jus ini dua kali dalam sehari. Jika sulit mendapatkannya, minum rebusan akar pare.
- Akar bayam
Untuk mengatasi diare akut, tumbuk segenggam akar bayam merah kemudian tambahkan garam dapur. Peras dan minum airnya.
- Buah rambutan
Air rebusan dari kulit buah rambutan dapat digunakan sebagai obat disentri. Takarannya adalah 10 buah rambutan.
- Tanaman tampal besi (Phyllanthus reticulatus)
Rebus 15 gram batang tanaman ini bersama 3 gelas air. Angkat setelah tersisa 1 gelas air saja.Biarkan dingin, minum ½ gelas ramuan ini di pagi dan sore hari.



