Disentri adalah infeksi pada usus yang menyebabkan diare yang disertai darah atau lendir. Diare merupakan buang air besar encer dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya. Di samping diare, gejala disentri lainnya meliputi kram perut, mual atau muntah, serta demam. Disentri merupakan penyakit yang sangat umum terjadi, terutama jenis disentri basiler. Penyakit ini bisa muncul sepanjang tahun di Indonesia. Jumlah pasti penderita disentri tidak diketahui karena selain penyakit ini belum tercatat secara resmi, kebanyakan penderita juga merawat diri di rumah tanpa berkonsultasi dengan dokter. Sanitasi yang buruk dan keterbatasan air bersih, terutama di daerah yang padat penduduknya, bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit ini. Selain itu, faktor risiko disentri yang kuat di Indonesia adalah kontaminasi pada makanan dan minuman. Peneyebab Penyakit Disentri Penyakit disentri disebabkan hal berkut ini, diantaranya yaitu:
- Bakteri (Disentri basiler)
- Shigella, penyebab disentri yang terpenting dan tersering (± 60% kasus disentri yang dirujuk serta hampir semua kasus disentri yang berat dan mengancam jiwa disebabkan oleh Shigella. - Escherichia coli enteroinvasif (EIEC) - Salmonella - Campylobacter jejuni, terutama pada bayi
- Amoeba (Disentri amoeba), disebabkan Entamoeba hystolitica, lebih sering pada anak usia > 5 tahun
Gejala Penyakit Disentri Gejala penyakit disentri yang paling mudah dikenali ialah diare yang mengandung bercak darah dan lendir. Ini diakibatkan oleh usus dan organ pencernaan yang terinfeksi bakteri. Diare biasanya juga diikuti dengan rasa nyeri atau kram pada perut. Gejala ini umumnya berlangsung antara satu sampai tiga hari dan akan membaik dalam jangka waktu satu minggu. Orang-orang yang tinggal di negara maju biasanya mengalami gejala penyakit disentri yang lebih ringan jika dibandingkan dengan mereka yang tinggal di negara berkembang dan negara tropis. Sedangkan untuk frekuensi diare biasanya tergantung pada penyebab penyakit disentri itu sendiri. Selain gejala umum tersebut, terdapat gejala khusus berdasarkan jenis bakteri yang menginfeksi. Penyakit disentri yang disebabkan oleh bakteri Shigella biasanya juga diikuti demam dan mual. Namun feses penderita cenderung tidak berlendir atau mengandung bercak darah. Sebaliknya lendir dan bercak darah ditemukan pada feses penderita penyakit disentri akibat Amoeba. Cara Pencegahan Penyakit Disentri Penyakit disentri dapat dicegah dengan cara-cara berikut ini, antara lain: - Senantiasa mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun setelah menggunakan toilet, sebelum makan, memasak, menyiapkan makanan, dan setelah bermain dengan hewan peliharaan. - Bersihkan toilet dengan disinfektan setelah buang air besar. - Memisahkan pakaian pengidap saat dicuci. - Mencuci pakaian pengidap dengan air panas. - Menjauhi makanan yang kebersihannya tidak terjamin, misalnya yang dijual pedagang kaki lima. - Jangan menggunakan handuk atau peralatan makan yang sama dengan pengidap. - Penderita sebaiknya tidak keluar rumah selama minimal 48 jam setelah periode disentri berakhir. - Hindari konsumsi makanan mentah, seperti karedok. Jika Anda ingin mengonsumsi buah-buahan, pilihlah buah dengan kulit yang bisa dikupas. - Hanya mengonsumsi makanan yang dimasak hingga benar-benar matang. - Hindari konsumsi minuman botol dengan segel yang rusak. - Jagalah kebersihan kuku, terutama jika Anda memiliki kuku yang panjang. - Hindari konsumsi es batu yang terbuat dari air yang tidak bersih. - Menghindari minum air langsung dari keran. Rebuslah terlebih dahulu. - Menjaga kebersihan dapur dan kamar mandi.



