Apakah Penyembuhan Penyakit Batu Empedu Itu Harus Dioperasi!

Batu Empedu (Kolelitiasis) adalah material atau kristal tidak berbentuk yang terbentuk dalam kandung empedu. Komposisi dari kolelitiasis adalah campuran dari kolesterol, pigmen empedu, kalsium dan matriks inorganik.

Lebih dari 70% batu saluran empedu adalah tipe batu pigmen, 15-20% tipe batu kolesterol dan sisanya dengan komposisi yang tidak diketahui. Di negara-negara Barat, komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sehingga sebagian batu empedu mengandung kolesterol lebih dari 80%.

Gejala Batu Empedu

Tidak semua penderita batu empedu mengalami gejala yang signifikan, namun kami coba menjabarkannya bagaimana gejala tanda tanda yang akan dialami oleh seseorang yang terdapat batu pada kantung empedunya. Rasa sakit pada perut bahkan teramat sakit.

Gejala utama yang akan dialami oleh seorang penderita batu empedu adalah rasa sakit pada bagian perut dan terkadang rasa tersebut teramat sakit. Biasanya rasa sakit tersebut akan berlangsung selama 1 sampai 5 jam. Rasa sakit terasa pada bagian tengan perut tepat di bawah tulang rusuk sebelah kanan dan dapat menjalar ke samping hingga ke punggung.

Apakah Penyakit Batu Empedu Harus Dioperasi?

Untuk batu empedu langkah pengobatannya dapat ditempuh dengan operasi maupun non operasi.

Adapun hal berikut hal yang dapat anda jalani untuk menyembuhkan batu empedu:

  1. Kolesistektomi laparaskopi

Kolesistektomi laparoskopik mulai diperkenalkan pada tahun 1990 dan sekarang ini sekitar 90% kolesistektomi dilakukan secara laparoskopi.

80-90% batu empedu di Inggris dibuang dengan cara ini karena memperkecil resiko kematian dibanding operasi normal (0,1-0,5% untuk operasi normal) dengan mengurangi komplikasi pada jantung dan paru. Kandung empedu diangkat melalui selang yang dimasukkan lewat sayatan kecil di dinding perut.

Indikasi awal hanya pasien dengan kolelitiasis simtomatik tanpa adanya kolesistitis akut. Karena semakin bertambahnya pengalaman, banyak ahli bedah mulai melakukan prosedur ini pada pasien dengan kolesistitis akut dan pasien dengan batu duktus koledokus.

Secara teoritis keuntungan tindakan ini dibandingkan prosedur konvensional adalah dapat mengurangi perawatan di rumah sakit dan biaya yang dikeluarkan, pasien dapat cepat kembali bekerja, nyeri menurun dan perbaikan kosmetik.

  1. Disolusi medis

Oral Dissolution Therapy adalah cara penghancuran batu dengan pemberian obat-obatan oral. Ursodeoxycholic acid lebih dipilih dalam pengobatan daripada chenodeoxycholic karena efek samping yang lebih banyak pada penggunaan chenodeoxycholic seperti terjadinya diare, peningkatan aminotransfrase dan hiperkolesterolemia sedang

Pemberian obat-obatan ini dapat menghancurkan batu pada 60% pasien dengan kolelitiasis, terutama batu yang kecil. Angka kekambuhan mencapai lebih kurang 10%, terjadi dalam 3-5 tahun setelah terapi.

Disolusi medis sebelumnya harus memenuhi kriteria terapi nonoperatif diantaranya batu kolesterol diameternya < 20 mm, batu kurang dari 4 batu, fungsi kandung empedu baik dan duktus sistik paten. Pada anak-anak terapi ini tidak dianjurkan, kecuali pada anak-anak dengan risiko tinggi untuk menjalani operasi.

  1. Penatalaksanaan pendukung dan diet

Kurang lebih 80% dari pasien-pasien inflamasi akut kandung empedu sembuh dengan istirahat, cairan infus, penghisapan nasogastrik, analgesik dan antibiotik. Intervensi bedah harus ditunda sampai gejala akut mereda dan evalusi yang lengkap dapat dilaksanakan, kecuali jika kondisi pasien memburuk (Smeltzer,SC dan Bare,BG 2002).

Manajemen terapi:

- Diet rendah lemak, tinggi kalori, tinggi protein

- Pemasangan pipa lambung bila terjadi distensi perut.

- Observasi keadaan umum dan pemeriksaan vital sign

- Dipasang infus program cairan elektrolit dan glukosa untuk mengatasi syok.

- Pemberian antibiotik sistemik dan vitamin K (anti koagulopati)

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *