Batu empedu merupakan persediaan cairan empedu yang membatu atau mengeras dan terbentuk di dalam kantong empedu.
Kantong empedu itu sendiri yaitu organ kecil yang terletak di perut bagian kanan, tepatnya di bawah hati dan memiliki bentuk seperti buah pir.
Penyebab dari batu empedu diduga karena adanya pengerasan kolesterol yang mengalami penimbunan didalam cairan empedu. Hal ini disebabakan karena adanya suatu ketidakseimbangan antara kolesterol serta senyawa kimia yang ada didalam cairan tadi.
Dan umumnya, batu empedu tidak menimbulkan rasa sakit, jadi tidak membutuhkan penanganan dengan khusus. Namun, jika batu empedu ini mengakibatkan penyumbatan saluran kantong empedu, maka biasanya penderita akan mengalami rasa sakit dibagian kanan perut yang datang dengan mendadak atau dalam dunia kedokteran disebut dengan istilah kolik bilier.
Batu empedu terdapat di dalam kandung empedu atau dapat bergerak kearea lain dari system empedu. Pada saat pengososngan kandung empedu atau pengisian kandung empedu batu dapat pindah dan terjebak dalam leher kandung empedu.
Selain leher cysticduct (saluran cyste), atau saluran empedu menyebabkan bebuntuan. Ketika empedu tidak bisa mengalir dari kandung empedu. Terjadi bendungan dan iritasi lokakl dari batu empedu menyebabkan radang batu empedu (cholecystitis).
Penyakit Batu Empedu Apakah Menular?
Penyakit ini bukanlah penyakit yang menular. cholecystitis adalah sebuah kondisi medis dimana terjadi pembentukan batu kristal, kolesterol, lumpur (sludge) dll di dalam kantung empedu yang dapat mengganggu keluarnya cairan empedu sehingga menimbulkan nyeri. Kondisi ini disebabkan karena pengerasan kolesterol pad empedu, batu empedu timbul bisa dipicu karena:
- Kegemukan.
- Usia tua.
- Frekuensi melahirkan, semakin sering mmelahirkan maka semakin besar kemungkinan terserang batu empedu.
Gejala Penyakit Batu Empedu
Berikut ini adalah beberapa gejala dari penyakit batu empedu:
- Nyeri perut / kolik bilier
Penderita batu empedu biasanya akan merasakan sakit perut secara tiba-tiba dan bisa berlangsung antara satu hingga lima jam paling lama.
- Warna tinja dan urin lebih gelap
Cairan empedu yang dihasilkan oleh batu empedu memang memiliki fungsi untuk membantu sistem pencernaan.Namun ketika ada batu empedu yang menghambat kerja saluran empedu maka sistem pencernaan tidak bisa bekerja dengan baik sehingga akan membuat warna tinja menjadi lebih gelap dan kurang normal.
- Akan merasakan nyeri setelah mengkonsumsi makanan yang berminyak
Merasakan nyeri yang terus menerus menyerang dari bagian perut hingga tulang belikat akan semakin terasa setelah mengkonsumsi makanan yang berminyak.
- Depresi / bingung
Biasanya batu empedu akan merasaka depresi dan sangat bingung, yang mana kondisi ini berhubungan denga kondisi tubuh yang sulit menerima nutrisi dari makanan.
- Demam
Mengalami demam juga sering terjadi pada penderita batu empedu, meskipun sebenarnya demam bisa menjadi pertanda untuk semua jenis penyakit seperti penyakit tifus, demam berdarah atau jenis penyakit lainnya.
- Gangguan pencernaan
Biasanya penderita batu empedu akan mengalami gangguan pencernaan yang sangat buruk.
- Terasa saat kenyang
Kram perut dan nyeri perut yang terjadi pada penderita batu empedu memang sangat menyiksa sekali sehingga kondisi ini bisa menyebabkan penurunan nafsu makan yang sangat drastis.
- Kram perut
Pada umumnya penderita batu empedu tidak menyadari kondisi batu empedu hingga dilakukan pemeriksaan, yang mana hal ini disebabkan oleh batu empedu yang sering menyebabkan rasa sakit kemudia hilang sendirinya.



