Beberapa Komplikasi Pada Penderita Penyakit Ginjal!

Penyakit ginjal kronis adalah berkurangnya kemampuan ginjal untuk menyaring racun, zat sisa, dan cairan berlebih dari darah, yang terjadi secara perlahan-lahan. Karena ginjal sangat mudah beradaptasi terhadap gangguan pada fungsinya, gejala gagal ginjal kronis mungkin baru akan muncul setelah kondisinya sangat parah.

Penyakit ginjal kronis merupakan the silent disease. Banyak pasien saya yang datang sangat terkejut ketiga saya bilang harus cuci darah. Mereka merasa selama ini tidak ada keluhan apa-apa, bahkan mereka sampai memeriksakan diri ke dokter lain karena merasa diagnosa saya salah.

Maka dari itu kami mengatakan bawah penyakit ini merupakan silent disease karena diam-diam tetapi tiba-tiba sudah parah. Penyebab umum penyakit ginjal adalah:

- Kerusakan karena obat-obatan tertentu atau toksin.

- Komplikasi kehamilan, seperti eklampsia dan preeklampsia, atau terkait Syndrome HELLP.

- Sebuah luka trauma pada ginjal yang disertai dengan kehilangan darah.

- Dehidrasi.

- Kerusakan ginjal karena shock selama infeksi berat yang disebut sepsis.

- Obstruksi aliran urin, seperti akibat pembesaran prostat.

Pelari maraton dan atlet lainnya yang tidak minum cukup cairan saat berlaga di jarak jauh pada latihan ketahanan mungkin menderita penyakit ginjal akut karena kerusakan tiba-tiba pada jaringan otot. Kerusakan otot ini melepaskan sejumlah besar protein ke dalam aliran darah yang disebut mioglobin yang dapat merusak ginjal.

Komplikasi Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal kronis juga dapat diidentifikasi ketika mengarah ke beberapa komplikasi seperti berikut ini:

  1. Gangguan mineral dan tulang

Penyakit ginjal kronik yang sudah lama dibiarkan, bisa menganggu mineral dan juga tulang. Asupan kalsium yang kurang, bisa menyebabkan tulang menjadi mudah patah. Orang dengan penyakit ginjal kronis, memiliki tulang yang tidak kuat dan mudah patah, karena gangguan tulang yang dialaminya.

  1. Hipertensi

Hipertensi bisa membuat seseorang terkena penyakit ginjal, tetapi penyakit ginjal kronis juga bisa menyebabkan hipertensi. Karena gangguan glomeruler, seseorang bisa mengalami hipertensi. Hipertensi juga bisa disebabkan karena terlalu banyak cairan atau tekanan darah yang naik.

  1. Anemia

Anemia disebabkan karena kurangnya hormon eritrokosit, sehingga kemampuan sum-sum tulang untuk membentuk darah juga akan berkurang.

  1. Dislipidemia

Gangguan kolesterol ternyata juga bisa mengganggu. Pada orang dengan gangguan ginjal kronik bisa mengalami kolesterol yang tinggi.

  1. Disfungsi seksual

Untuk seseorang yang berusia muda dan memiliki penyakit ginjal kronis, terutama pria, terkadang sering merasakan cepat lelah saat melakukan hubungan intim.

  1. Kelebihan cairan

Selama ini banyak orang yang beranggapan bahwa banyak minum akan membuat ginjal sehat. Hal ini ternyata tidak sepenuhnya benar, jika seseorang dengan fungsi ginjal yang masih baik minum 2-3 liter air dalam sehari memang baik untuk ginjalnya.

Tetapi jika seseorang dalam kondisi memiliki gejala penyakit ginjal minum 5-6 liter dalam sehari, hal tersebut bisa berbahaya. Karena bisa menyebabkan kadar garam di dalam tubuh berkurang, dan bisa membuat seseorang lemah atau bahkan kejang-kejang.

Seseorang dengan penyakit ginjal kronis, memiliki dengan pembuangan cairan yang ada di dalam tubuhnya. Sehingga ketika ia minum air dalam jumlah yang banyak, tidak semua air yang ia minum keluar dan malah menumpuk di pembuluh darah, dan membuat jantung menjadi bekerja lebih keras.

  1. Hiperkalemia

Komplikasi ini merupakan keadaan di mana kalium yang ada di dalam darah seseorang tinggi. Kalium yang tinggi ini, akan membuat jantung bekerja dengan tidak sempurna. Sehingga menyebabkan gangguan pada jantung, yang bisa berujung pada kematian mendadak. Pada orang dengan gangguan fungsi ginjal kronis, kemampuannya untuk membuang kalium sangatlah rendah.

Sumber kalium bisa didapatkan dari buah-buahan dan juga sayuran, sehingga dokter menyarankan kepada orang dengan penyakit ginjak kronis untuk tidak mengonsumsi buah-buahan dalam jumlah yang banyak.

  1. Metabolik asidosis

Salah satu fungsi ginjal adalah mengatur elektrolit, cairan, dan juga asam basa di dalam darah. Jika fungsi tersebut terganggu, maka darah akan asam dan pH darah akan turun. Jika pH darah turun, maka akan membuat pembuluh darah melebar, dan juga kontraksi jantung menjadi terganggu. Jika hal tersebut tidak dikendalikan, maka akan membawa dampak yang sangat buruk.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.