Penyakit Insomnia sangat-sangat menganggu terhadap akitifitas sehari-hari seseorang, biasanya penyebab umum penyakit Insomnia ini dikarenakan stress, seseorang yang mengalami tekanan jiwa atau stress pasti tidak bisa tidur atau insomnia, stress juga akan memicu kepada insomnia kronis.
Sehingga sangat sulit bagi penderita insomnia kronis untuk untuk bisa kembali ke pola tidur yang normal. Orang yang menderita insomnia akan merasa cemas tentang keadaannya, dalam hati penderita insomnia selalu betanya-tanya apakah bisa tidur atau tidak, kecemasan seperti ini yang akan memperparah penderita insomnia.
Oleh sebab itu bebaskanlah semua beban pikiran sebelum tidur lupakan kejadian-kejadian yang menjadi bahan kecemasan anda dengan cara menuangkannya ke blog atau buku catatan harian.
Klasifikasi Penyakit insomnia
Berikut adalah klasifikasi dari penyakit insomnia:
- Insomnia sementara (transient)
Yakni insomnia yang berlangsung beberapa malam dan biasanya berhubungan dengan kejadian-kejadian tertentu yang berlangsung sementara dan biasanya menimbulkan stress dan dapat dikenali dengan mudah oleh pasien sendiri. Diagnosis transient insomnia biasanya dibuat secara retrospektif setelah keluhan pasien sudah hilang.
Keluhan ini kurang lebih ditemukan sama pada pria dan wanita dan episode berulang juga cukup sering ditemukan, faktor yang memicu antara lain akibat lingkungan tidur yang berbeda, gangguan irama sirkadian.
Sementara akibat jet lag atau rotasi waktu kerja, stress situasional akibat lingkungan kerja baru, dan lain-lainnya. Transient insomnia biasanya tidak memerlukan terapi khusus dan jarang membawa pasien ke dokter.
- Insomnia jangka pendek
Yakni gangguan tidur yang terjadi dalam jangka waktu dua sampai tiga minggu. Kedua jenis insomnia ini biasanya menyerang orang yang sedang mengalami stress, berada di lingkungan yang ribut-ramai, berada di lingkungan yang mengalami perubahan temperatur ekstrim, masalah dengan jadwal tidur-bangun seperti yang terjadi saat jetlag, efek samping pengobatan.
- Insomnia kronis
Kesulitan tidur yang dialami hampir setiap malam selama sebulan atau lebih. Salah satu penyebab chronic insomnia yang paling umum adalah depresi. Penyebab lainnya bisa berupa arthritis, gangguan ginjal, gagal jantung, sleep apnea, sindrom restless legs, Parkinson, dan hyperthyroidism.
Namun demikian, insomnia kronis bisa juga disebabkan oleh faktor perilaku, termasuk penyalahgunaan kafein, alkohol, dan substansi lain, siklus tidur/bangun yang disebabkan oleh kerja lembur dan kegiatan malam hari lainnya, dan stres kronis.
Gejala dari penyakit insomnia adalah:
- Kesulitan untuk kembali tidur.
- Mengantuk siang hari.
- Gangguan mood, berupa mudah marah.
- Kekurangan tidur menyebabkan kelelahan, depresi, gangguan konsentrasi, dan penyakit lain.
- Sering terbangun di malam hari.
- Terbangun terlalu pagi di pagi hari.
Cara Menghilangkan Penyakit Insomnia
Jika penyebab utama Anda menderita insomnia adalah gaya hidup yang teratur maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengubah pola pikir yang tidak sehat menjadi pola pikir hidup sehat.
Memperhatikan waktu istrahat dan waktu bekerja, menghindari hal-hal yang dapat membahayakan tubuh (rokok, alkohol dan nikotin), menghindari cahaya langsung dari laptop, dll. Intinya membiasakan diri hidup sehat dengan teratur.
Untuk mengatasi insomnia karena pengaruh obat-obatan, kami menyarankan untuk menghubungi dokter terlebih dahulu. Dengan menyampaikan keluhan dan permasalahan yang menyebabkan kesusahan tidur, dokter akan memberikan pemecahan masalah yang sesuai dengan prosedur mereka.
Dalam menghadapi masalah yang rumit dan membuat beban pikiran di setiap saat. Langkah awal yang harus Anda lakukan adalah janganlah berlarut-larut dalam masalah tersebut. Memulai dengan menanamkan dalam benak bahwa semua orang memiliki masalah.
Sebisa mungkin mengubah masalah tersebut menjadi tantangan baru yang harus diselesaikan. Dengan begitu insomnia dan susah tidur akan teratasi. Jika hal ini masih kurang dan mengalami sesuatu yang dapat membahayakan psikologis anda maka saya menyarankan anda untuk menghubungi ahlinya (psikiater).
Untuk menghindari insomnia karena lingkungan, hal yang kami sarankan adalah memperhatikan tata cara tidur anda. Carilah posisi tidur yang menyenangkan walaupun dalam keadaan berisik. Namun jika kebisingan menjadi masalah utama maka kami menyarankan membuat sebuah ruangan yang dapat mengatasi segala suara dari luar.
Lebih ekstrim lagi carilah lingkungan yang aman dan tdak berisi. Jika kesusahan tidur dalam kondisi panas maka ac dan kipas angin dapat dijadikan sebagai solusi, jika kedinginan menjadi problam dalam tidur maka siapkanlah selimut dan baju yang tebal.



