Sebab Penyakit Insomnia

Insomnia adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan jumlah tidur yang Anda butuhkan untuk terbangun di pagi hari merasa segar dan bertenaga.

Karena orang yang berbeda membutuhkan lama waktu tidur yang berbeda pula, insomnia didefinisikan dari kualitas tidur Anda dan bagaimana perasaan Anda setelah terbangun di pagi hari, bukan jumlah jam tidur atau seberapa cepat Anda terlelap di malam hari. Bahkan jika Anda menghabiskan 8 jam tertidur, jika Anda merasa ngantuk dan lelah lesu di siang hari, Anda mungkin mengalami insomnia.

Gangguan tidur ini juga bervariasi dalam seberapa lama episode berlangsung dan seberapa sering terjadi; jangka pendek (insomnia akut) atau bertahan lama (insomnia kronis). Gangguan ini juga dapat datang dan pergi, bahkan di saat Anda tidak memiliki masalah tidur.

Insomnia akut dapat bertahan dari satu malam hingga beberapa minggu, sementara insomnia kronis bertahan setidaknya tiga malam dalam kurun waktu satu minggu dan berjalan selama sebulan atau lebih.

Penyebab penyakit insomnia diantara nya adalah:

  1. Terdapat gangguan kesehatan fisik

Gangguan kesehatan fisik yang bisa mengganggu tidur seseorang adalah penyakit asma, radang sendi, penyakit jantung, penyakit diabetes, dan jenis penyakit lainnya. Selain itu, yang biasanya terjadi pada wanita usia lanjut adalah efek dari menopause yang membuat mereka menjadi susah tidur.

  1. Gaya hidup

Gaya hidup kurang baik seperti mengonsumsi alkohol, nikoton dan kafein yang berlebihan akan memicu penyebab insomnia.

  1. Tidur siang berlebihan

Jika Anda tidur terlalu di siang hari maka akan menggangu waktu tidur alami Anda di malam hari. Jika hal ini terjadi dengan frekuensi yang sering maka akan menjadi suatu kebiasaan untuk Anda. Dan hal ini sangat tidak baik.

  1. Adanya gangguan psikis

Gangguan psikis yang terjadi seperti stres, kecemasan berlebihan, depresi, dan kekhawatiran karena masalah sesuatu yang belum terselesaikan.

  1. Faktor lingkungan

Lingkugan sekitar yang bising akan membuat waktu tidur Anda menjadi terganggu.

Dampak yang ditimbulkan akibat penyakit insomnia adalah:

  1. Penurunan konsentrasi

Pola tidur yang baik berperan penting untuk berpikir dan belajar. Kurang tidur dapat mempengaruhi banyak hal. Yang pertama pertama adalah terngganggunya kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini akan membuat proses belajar menjadi sulit dan tidak efisien. Terus yang kedua, siklus tidur di malam hari berperan dalam menguatkan memori dalam pikiran.

Jadi jika tidak cukup tidur, maka kita tidak akan mampu mengingat apa yang telah kita pelajari dan alami seharian. Bahkan kurang tidur berpengaruh bagi otak.

  1. Masalah kesehatan yang serius

Gangguan tidur dan kurang tidur kronis dapat menyebabkan risiko serius seperti penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, denyut jantung tidak teratur, tekanan darah tinggi, stroke, dan diabetes.

Menurut beberapa penelitian, 90 persen orang dengan insomnia (gangguan tidur yang ditandai dengan sulit tidur dan tidak tidur sepanjang malam) juga mengalami risiko kesehatan yang serupa.

  1. Kecelakaan

Kurang tidur adalah salah satu faktor bencana terbesar. Harus diakui bahwa kurang tidur juga berdampak pada keselamatan saat berkendara di jalan. Kelelahan adalah penyebab utama human error dari kecelakaan mobil, dan resikonya setara dengan mengemudi sambil mabuk.

Kurang tidur atau memiliki kualitas tidur yang buruk juga dapat menyebabkan kecelakaan dan cedera di tempat kerja. Dalam sebuah penelitian, pekerja yang mengeluh mengantuk berlebihan pada siang hari rentan terluka saat bekerja, dan secara terus-menerus mengalami kecelakaan yang sama di tempat kerja.

  1. Menurunkan libido

Para ahli melaporkan bahwa kurang tidur pada pria dan wanita mengurangi libido atau dorongan untuk berhubungan seks. Hal ini disebabkan karena energi habis, mengantuk, dan meningkatnya ketegangan. Untuk pria yang menderita sleep apnea (masalah pernapasan saat tidur), kurang tidur menyebabkan gairah seksual menurun.

Sebuah studi yang diterbitkan Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 2002, hampir semua orang yang menderita sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah. Serta hampir setengah dari orang yang menderita sleep apnea parah, memiliki tingkat testosteron rendah pada malam hari.

Cara mengobati insomnia adalah:

  1. Membuat suasana tempat tidur menjadi nyaman

Karena tempat tidur yang nyaman akan memberikan kenyamanan saat kita akan tidur. Tubuh akan menjadi rileks dan juga lebih mudah untuk Anda bisa mendapatkan waktu tidur yang berkualitas.

  1. Melakukan meditasi dan latihan pernapasan

Meditasi bermanfaat untuk membuat tubuh kita menjadi lebih rileks. Keseimbangan dari latihan meditasi pernapasan yang dilakukan dengan halus dan juga tenang. Disaat sedang melakukan meditasi, maka sebaiknya cobalah untuk melupakan masalah yang sedang Anda alami, dan kembalikan semuanya kepada kehidupan Anda.

Memfokuskan pikiran Anda hanya pada satu titik di dalam otak Anda, dan bayangkan Anda sedang berada ditempat yang paling Anda sukai dan membuat Anda tenang. Anda akn tertidur dalam beberapa waktu tanpa Anda sadari.

  1. Jaga kesegaran udara

Kersegaran udara sangatlah menentukan kualitas tidur Anda. udara yang kotor dan penuh dengan polusi sangatlah buruk bagi kualitas tidur, bahkan bisa menyebabkan gangguan sistem pernapasan. Sangat penting kirannya Anda selalu menjaga kesegaran udara. Apabila kamar Anda tertutup rapat, silahkan buka sedikit jendela agar oksigen segar bisa masuk kedalam kamar.

Lebih baik lagi apabila Anda juga mengatasi susah tidur dengan alat pembersih udara. Dengan menggunakan alat tersebut selama 30 menit saja, Anda akan mendapatkan kualitas tidur yang sebenarnya.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *