Bagaimana Cara Penularan Penyakit Demam Typhoid??

Demam tifoid (Typhoid fever) adalah jenis penyakit yang berkaitan dengan demam karena adanya infeksi bakteri yang menyebar ke seluruh tubuh dan mempengaruhi banyak organ. Tanpa pengobatan yang tepat maka penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius dan bisa berakibat fatal.

Orang awan menyebutnya dengan demam tifus atau tipes, disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella typhi, juga berhubungan dengan bakteri yang menyebabkan keracunan makanan salmonella.

Demam tifoid sangat menular. Orang yang terinfeksi bisa menularkan bakteri dari tubuh mereka misalnya melalui feses atauyang paling jarang dalam urin mereka. Jika orang lain makan makanan atau minum air yang telah terkontaminasi dengan sejumlah kecil kotoran atau urine yang terinfeksi, mereka dapat terinfeksi dengan bakteri dan berkembang menjadi demam tifoid.

Cara Penularan Penyakit Demam Typhoid

Penyebaran kuman penyebab penyakit ini mungkin disebabkan kondisi sanitasi masyarakat yang buruk, tidak mempunyai kebiasaan baik mencuci tangan setelah buang air besar sebelum menyentuh dan mempersiapkan makaanan, juga sering karena lalat yang telah menghinggapi kotoran manusia dan kemudian juga menghinggapi makanan,sehingga membuat pencemaran makanan tersebut.

Dengan pendidikan kesehatan masyarakat yang memadai, hal ini akan mengurangi jumlah kasus penyakit. Statistik dari US CDC (Centers for Disease Control and Prevention), dengan pemberian bahan kaporit (chlorinasi) dalam air minum, telah terjadi penurunan angka yang dramatis penyebaran kuman penyakit ini dalam masyarakat.

Penyebab Penyakit Demam Typhoid

Bakteri S. Typhi ditemukan dalam tinja, air kemih dan darah penderita. Penyebaran bakteri ke dalam makanan dan minuman dapat terjadi akibat pencucian tangan yang kurang bersih setelah buang air besar maupun setelah berkemih. Lalat dapat menyebarkan bakteri secara langsung dari tinja ke makanan.

Bakteri masuk kedalam saluran pencernaan dan menyebabkan peradangan pada usus halus dan usus besar. Hal ini bisa menyebabkan bakteri masuk ke dalam peredaran darah. Pada kasus yang parah (severe), dapat mengalami perforasi (perlubangan) pada usus.

Sekitar 3% penderita demam typhoid tidak mendapat pengobatan yang cukup, di dalam tinjanya akan di temukan bakteri S. Typhi selama lebih dari 1 tahun. Beberapa dari pembawa bakteri ini tidak menunjukkan gejala-gejala.

Gejala Penyakit Demam Typhoid

Ada gejala penyakit typus (typhoid fever) yang akan dialami oleh penderitanya. Tetapi gejala typus tidak akan langsung muncul setelah di infeksi.

Beberapa hari setelah infeksi, maka gejala penyakit typus baru akan muncul, karena rata rata masa inkubasi satu sampai dua minggu lamanya meskipun di beberapa kasus bisa lebih cepat atau pun lebih lambat. Maka dari itu berikut beberapa gejala penyakit typus (typhoid fever) yang bisa dirasakan:

  • Kelelahan dan lemas
  • Berkeringat
  • Batuk kering
  • Sakit kepala
  • Merasa sakit atau tidak enak
  • Pembesaran ginjal dan hati
  • Demam yang dapat meningkat secara bertahap tiap hari di minggu pertama. Demam biasanya meninggi pada malam hari
  • Otot terasa sakit
  • Penurunan berat badan
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Anak-anak sering mengalami diare, sementara orang dewasa cenderung mengalami konstipasi
  • Muncul ruam pada kulit berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda
  • Merasa tidak tahu sedang berada di mana dan apa yang sedang terjadi di sekitar dirinya.

Pencegahan Penyakit Demam Typhoid

Pencegahan penyakit demam Tifoid bisa dilakukan dengan cara perbaikan higiene dan sanitasi lingkungan serta penyuluhan kesehatan. Imunisasi dengan menggunakan vaksin oral dan vaksin suntikan (antigen Vi Polysaccharida capular) telah banyak digunakan.

Saat ini pencegahan terhadap kuman Salmonella sudah bisa dilakukan dengan vaksinasi bernama chotipa (cholera-tifoid-paratifoid) atau tipa (tifoid-paratifoid). Untuk anak usia 2 tahun yang masih rentan, bisa juga divaksinasi.

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *